Langsung ke konten utama
Masjid Al-Aqsa exterior
Beroperasi

Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa, sebuah situs Islam yang dihormati di Kota Tua Yerusalem, memiliki signifikansi sejarah dan spiritual yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Gulir untuk menjelajah

Informasi Pengunjung

Mengunjungi Masjid Al-Aqsa

Mengunjungi Masjid Al-Aqsa menawarkan pengalaman yang mendalam, sarat dengan sejarah dan signifikansi spiritual. Suasananya umumnya tenang, meskipun penting untuk menyadari sensitivitas politik di sekitar situs tersebut. Bersiaplah untuk bertemu dengan perpaduan beragam jemaah dan pengunjung dari seluruh dunia. Pakaian sopan diwajibkan, dan non-Muslim harus memperhatikan waktu salat dan pembatasan untuk memasuki bangunan masjid.

Sorotan

  • Menyaksikan arsitektur yang menakjubkan dan dekorasi masjid yang rumit.
  • Merasakan suasana spiritual dari salah satu situs tersuci Islam.
  • Menjelajahi kompleks Al-Haram ash-Sharif (Tempat Suci yang Mulia).

Hal yang Perlu Diketahui

  • Non-Muslim dapat mengunjungi Temple Mount (Al-Haram al-Sharif) pada jam-jam tertentu, biasanya dari Senin hingga Kamis, kecuali pada waktu salat.
  • Kompleks ini ditutup untuk wisatawan non-Muslim pada hari Jumat, Sabtu, dan hari libur Islam.
  • Selama bulan Ramadan, akses bagi non-Muslim dibatasi hanya pada pagi hari.

Lokasi

Old City of Jerusalem, Palestine

Jam Buka: Jam kunjungan non-Muslim bervariasi berdasarkan musim. Di musim dingin, biasanya pukul 07:00-10:30 dan 12:30-13:30, sedangkan di musim panas, jam kunjungannya adalah pukul 07:00-11:00 dan 13:30-14:30, dari hari Minggu hingga Kamis.

Cara Menuju: Masjid Al-Aqsa terletak di Kota Tua Yerusalem dan dapat diakses dengan berjalan kaki atau transportasi umum. Konsultasikan dengan pemandu lokal untuk informasi terbaru tentang akses dan keamanan.

Petunjuk Arah (terbuka di tab baru)

Tips Kunjungan

Berpakaian Sopan

Pastikan pakaian Anda menutupi bahu dan lutut sebagai bentuk penghormatan terhadap situs keagamaan ini.

Periksa Jam Kunjungan

Konfirmasikan jam kunjungan saat ini untuk non-Muslim sebelum kunjungan Anda, karena jam tersebut dapat berubah.

Tentang

Masjid Al-Aqsa, yang juga dikenal sebagai Al-Jami' al-Aqsa, terletak di Kota Tua Yerusalem, Palestina, dan berdiri sebagai tempat tersuci ketiga dalam Islam. Masjid suci ini adalah bagian dari pengelompokan teologis Islam dari tradisi Abrahamik, yang berbagi hubungan sejarah dan spiritual dengan Yudaisme dan Kristen. Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang juga disebut sebagai Al-Haram ash-Sharif (Tempat Suci yang Mulia), mencakup permadani sejarah keagamaan yang kaya dan keajaiban arsitektur.

Asal-usul masjid ini bermula dari masa-masa awal Islam, dengan pembangunan awal yang dilakukan pada abad ke-7. Selama berabad-abad, Masjid Al-Aqsa telah mengalami banyak renovasi dan rekonstruksi, mencerminkan berbagai kekaisaran dan penguasa yang telah membentuk wilayah tersebut. Terlepas dari perubahan-perubahan ini, masjid ini tetap mempertahankan karakter esensialnya sebagai tempat ibadah dan simbol warisan Islam.

Hari ini, Masjid Al-Aqsa terus menjadi pusat kehidupan keagamaan yang semarak bagi umat Islam, menarik para jemaah dan pengunjung dari seluruh dunia. Arsitekturnya yang menakjubkan, dekorasinya yang rumit, dan suasana spiritualnya yang mendalam menjadikannya tujuan yang benar-benar unik dan tak terlupakan. Masjid ini juga berdiri sebagai simbol kuat dari identitas dan ketahanan Palestina.

Agama
Islam
Status
Beroperasi
Lokasi
Kota Tua Yerusalem, Palestina
Gaya Arsitektur
Arsitektur Islam Awal
Kapasitas
Sekitar 5.000 jemaah
83 meters
Panjang
56 meters
Lebar
5000
Jamaah

Pertanyaan Umum

Apa signifikansi Masjid Al-Aqsa dalam Islam?

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam. Tempat ini diyakini sebagai lokasi di mana Nabi Muhammad naik ke langit dalam peristiwa Perjalanan Malam (Isra’ Mi’raj). Masjid ini juga merupakan Kiblat pertama bagi umat Islam.

Apakah non-Muslim boleh mengunjungi Masjid Al-Aqsa?

Non-Muslim dapat mengunjungi Haram al-Syarif, tempat Masjid Al-Aqsa berada, pada jam-jam tertentu, biasanya dari hari Senin hingga Kamis, kecuali pada waktu salat. Namun, non-Muslim tidak diperbolehkan beribadah di dalam kompleks tersebut atau memasuki bangunan Masjid.

Apa gaya arsitektur Masjid Al-Aqsa?

Masjid Al-Aqsa adalah contoh luar biasa dari arsitektur Islam awal. Masjid ini memiliki tujuh lorong ruang tiang (hypostyle) yang ditopang oleh 45 kolom, dengan perpaduan bahan marmer putih dan batu. Bagian dalamnya dihiasi dengan 121 jendela kaca patri, dan fasadnya terdiri dari 14 lengkungan bergaya Romawi (Romanesque).

Berapa banyak jamaah yang dapat ditampung oleh Masjid Al-Aqsa?

Masjid Al-Aqsa dapat menampung hingga 5.000 jamaah sekaligus.

Apa itu Al-Haram asy-Syarif?

Kompleks Masjid Al-Aqsa juga disebut sebagai Al-Haram asy-Syarif (Tempat Suci yang Mulia). Ini adalah kompleks yang lebih besar yang mencakup Kubah Shakhrah (Dome of the Rock) dan struktur keagamaan lainnya.

Garis Waktu

638 CE

Rumah Ibadah Awal Didirikan

Menyusul masuknya umat Islam ke Yerusalem, sebuah rumah ibadah kecil didirikan di dekat lokasi masjid oleh Khalifah Rasyidin Umar atau Khalifah Umayyah Mu'awiyah I.

Tonggak
691 CE

Proyek Arsitektur Dimulai

Abd al-Malik memulai proyek arsitektur di Haram al-Syarif, termasuk Kubah Shakhrah (Dome of the Rock).

Tonggak
695 CE

Pembangunan Dimulai

Pembangunan Masjid Al-Aqsa dimulai oleh Abd al-Malik bin Marwan.

Tonggak
705 CE

Pembangunan Dimulai di Bawah al-Walid I

Pembangunan Masjid Al-Aqsa dimulai di bawah Khalifah Umayyah al-Walid I.

Tonggak
715 CE

Masjid Dibangun oleh Dinasti Umayyah

Masjid Al-Aqsa dibangun oleh dinasti Umayyah, dipimpin oleh Khalifah al-Walid I.

Tonggak
746 CE

Masjid Hancur akibat Gempa Bumi

Masjid ini hancur akibat gempa bumi.

Renovasi
758 CE

Dibangun Kembali oleh al-Mansur

Dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah al-Mansur.

Renovasi
780 CE

Diperluas oleh al-Mahdi

Diperluas oleh khalifah Abbasiyah al-Mahdi.

Renovasi
1033 CE

Hancur akibat Gempa Bumi

Kembali hancur selama gempa bumi Lembah Celah Yordan.

Renovasi
1035 CE

Dibangun Kembali oleh al-Zahir

Dibangun kembali oleh khalifah Fatimiyah al-Zahir.

Renovasi
1065 CE

Fasad Dibangun

Fasad masjid dibangun.

Tonggak
1099 CE

Yerusalem Direbut oleh Tentara Salib

Yerusalem direbut oleh Tentara Salib, yang menamai masjid tersebut Templum Solomonis (Bait Suci Salomo).

Peristiwa
1187 CE

Dinasti Ayyubiyah Merebut Kembali Yerusalem

Dinasti Ayyubiyah di bawah Shalahuddin merebut kembali Yerusalem, dan perbaikan serta renovasi dilakukan di Masjid Al-Aqsa.

Peristiwa
Late 1200s CE

Mihrab Dibuat

Diperintahkan oleh penguasa Ayyubiyah Shalahuddin, mihrab utama yang penuh warna dibuat.

Tonggak
1969 CE

Kubah Direkonstruksi

Kubah direkonstruksi dengan beton dan dilapisi dengan aluminium anodisasi, setelah terjadi kebakaran.

Renovasi

Sejarah per Dekade

630-an M — Era Awal Islam

Menyusul masuknya umat Islam ke Yerusalem pada tahun 638 M, sebuah rumah ibadah kecil didirikan di dekat lokasi Masjid Al-Aqsa di masa depan. Struktur sederhana ini menandai awal kehadiran Islam di Haram al-Syarif, sebuah situs yang telah dihormati oleh umat Yahudi dan Kristen. Rumah ibadah tersebut berfungsi sebagai tempat ibadah bagi komunitas Muslim awal di Yerusalem.

690-an M — Kekhalifahan Umayyah

Selama Kekhalifahan Umayyah, Abd al-Malik memulai proyek arsitektur yang signifikan di Haram al-Syarif, termasuk pembangunan Kubah Shakhrah (Dome of the Rock). Pada tahun 695 M, pembangunan Masjid Al-Aqsa dimulai oleh Abd al-Malik bin Marwan, meletakkan fondasi bagi masjid agung yang akan menjadi simbol Yerusalem Islam.

700-an M — Penyelesaian di Bawah al-Walid I

Pembangunan Masjid Al-Aqsa berlanjut di bawah Khalifah Umayyah al-Walid I, putra Abd al-Malik. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 715 M, memperkokoh statusnya sebagai pusat utama ibadah dan pembelajaran Islam. Kekhalifahan Umayyah menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam pembangunan Al-Aqsa, mencerminkan pentingnya masjid ini bagi dinasti yang berkuasa.

740-an M — Kehancuran akibat Gempa Bumi

Pada tahun 746 M, gempa bumi yang dahsyat melanda Yerusalem, menyebabkan kerusakan luas pada Masjid Al-Aqsa. Gempa bumi tersebut menghancurkan sebagian besar struktur asli, sehingga memerlukan upaya perbaikan dan rekonstruksi yang ekstensif. Bencana alam ini menguji ketahanan komunitas Muslim di Yerusalem.

750-an-780-an M — Rekonstruksi Abbasiyah

Selama periode Abbasiyah, Khalifah al-Mansur dan al-Mahdi mengawasi renovasi dan rekonstruksi Masjid Al-Aqsa. Para penguasa Abbasiyah ini berinvestasi untuk memulihkan kejayaan masjid seperti sedia kala, memperluas desain asli Umayyah. Upaya rekonstruksi Abbasiyah membantu melestarikan Al-Aqsa sebagai pusat kehidupan Islam yang vital.

1030-an M — Pembangunan Kembali Fatimiyah

Pada tahun 1033 M, gempa bumi besar lainnya melanda Yerusalem, menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada Masjid Al-Aqsa. Khalifah Fatimiyah al-Zahir melakukan pembangunan kembali masjid pada tahun 1035 M, dengan memasukkan elemen dan desain arsitektur baru. Rekonstruksi Fatimiyah mencerminkan pengaruh seni dan budaya pada era tersebut.

1090-an M — Penaklukan Tentara Salib

Pada tahun 1099 M, Yerusalem direbut oleh Tentara Salib, yang mengganti nama Masjid Al-Aqsa menjadi Templum Solomonis (Bait Suci Salomo). Tentara Salib menggunakan masjid tersebut sebagai istana kerajaan dan kandang kuda, menodai situs suci tersebut. Periode ini menandai babak kelam dalam sejarah Masjid Al-Aqsa.

1180-an M — Restorasi Ayyubiyah

Pada tahun 1187 M, dinasti Ayyubiyah di bawah Shalahuddin merebut kembali Yerusalem, mengembalikan Masjid Al-Aqsa ke bawah kendali Muslim. Shalahuddin memerintahkan perbaikan dan renovasi dilakukan di masjid tersebut, menghapus jejak-jejak pendudukan Tentara Salib. Restorasi Ayyubiyah melambangkan kebangkitan kembali Islam di Yerusalem.

1960-an M — Rekonstruksi Modern

Pada tahun 1969 M, sebuah kebakaran merusak masjid ini. Kubahnya direkonstruksi dengan beton dan dilapisi dengan aluminium anodisasi.

Makna Keagamaan

Masjid Al-Aqsa memiliki signifikansi keagamaan yang sangat besar bagi umat Islam sebagai tempat tersuci ketiga dalam Islam dan tempat ibadah pusat dalam tradisi Abrahamik.

Tujuan spiritual utama dari Masjid Al-Aqsa adalah untuk menyediakan ruang suci bagi umat Islam untuk terhubung dengan Allah melalui salat, refleksi, dan pengabdian.

Upacara Suci

Salat

Salat, ibadah ritual harian, adalah praktik mendasar dalam Islam, dan Masjid Al-Aqsa berfungsi sebagai titik fokus untuk salat berjamaah dan doa pribadi.

Ziarah

Ziarah, tindakan mengunjungi situs-situs suci, adalah tradisi yang sangat dihargai dalam Islam, dan Masjid Al-Aqsa menarik para peziarah dari seluruh dunia yang mencari pengayaan spiritual dan berkah.

Itikaf

Itikaf, praktik mengasingkan diri di masjid untuk beribadah dan berkontemplasi, adalah retret spiritual yang sering dilakukan selama bulan Ramadan, dengan Masjid Al-Aqsa menyediakan lingkungan yang tenang untuk pengabdian ini.

Perjalanan Malam dan Kenaikan

Tradisi Islam meyakini bahwa Perjalanan Malam (Isra) dan Kenaikan (Mi'raj) Nabi Muhammad terjadi dari situs Masjid Al-Aqsa, memperkokoh statusnya sebagai tujuan suci dan simbol hubungan ilahi.

Kiblat Pertama

Masjid Al-Aqsa berfungsi sebagai Qibla (arah kiblat) pertama bagi umat Islam sebelum arahnya diubah ke Kaaba di Mekah, menggarisbawahi pentingnya sejarah dan perannya dalam perkembangan awal Islam.

Kuil Serupa

Sumber dan Penelitian

Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.

Tier A
Resmi Sumber utama dari lembaga resmi
Tier B
Akademis Sumber peer-review atau ensiklopedis
Tier C
Sekunder Artikel berita, situs wisata, atau referensi umum
Tier D
Komersial Operator tur, agen pemesanan, atau konten promosi
Lihat Semua Sumber (16)
Bidang Sumber Tingkat Diambil
About & Historical Background Islamic Landmarks (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
About & Historical Background Dompet Dhuafa (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
About & Historical Background Rasm (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
About & Historical Background As-Salaam Foundation (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
About & Historical Background Muslim Pro (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
About & Historical Background Muslim Hands (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
About & Historical Background Islamic Wall Art Store (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
Timeline & Architectural Description Madain Project (terbuka di tab baru) B 2024-02-29
Timeline & Architectural Description Archnet (terbuka di tab baru) B 2024-02-29
Religious Significance Conffinity (terbuka di tab baru) B 2024-02-29
Religious Significance Ayyaman Group (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
Religious Significance Middle East Eye (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
Visitor Information Ziyara Tours (terbuka di tab baru) D 2024-02-29
Interesting Facts Alqurandesk (terbuka di tab baru) A 2024-02-29
Interesting Facts Heritage Tours (terbuka di tab baru) D 2024-02-29
Interesting Facts Visit Masjid Al-Aqsa (terbuka di tab baru) A 2024-02-29