Langsung ke konten utama
Sinagoge Hurva exterior
Beroperasi

Sinagoge Hurva

Sebuah sinagoge bersejarah di Kawasan Yahudi Yerusalem, yang melambangkan ketangguhan dan hubungan abadi orang-orang Yahudi dengan kota tersebut.

Gulir untuk menjelajah

Informasi Pengunjung

Mengunjungi Sinagoge Hurva

Mengunjungi Sinagoge Hurva menawarkan pengalaman yang mendalam, membawa pengunjung larut dalam sejarah yang kaya dan suasana spiritual di Kawasan Yahudi Yerusalem. Sinagoge ini berdiri sebagai simbol ketangguhan dan hubungan abadi orang-orang Yahudi dengan kota tersebut. Pengunjung dapat menjelajahi ruang ibadah utama, mengagumi kemegahan arsitektur, dan menemukan sisa-sisa arkeologis di ruang bawah tanah, untuk mendapatkan wawasan tentang masa lalu sinagoge yang sarat sejarah.

Sorotan

  • Jelajahi ruang ibadah utama dan kagumi arsitektur Neo-Bizantium.
  • Temukan temuan arkeologis di ruang bawah tanah, yang mengungkap lapisan-lapisan sejarah.
  • Kunjungi atap untuk menikmati pemandangan panorama Kota Tua Yerusalem.

Hal yang Perlu Diketahui

  • Reservasi diperlukan untuk mengikuti tur.
  • Pakaian sopan dianjurkan saat mengunjungi sinagoge.
  • Periksa jam buka sebelum merencanakan kunjungan Anda.

Lokasi

89 Ha-Yehudim Street, Jewish Quarter, Old City of Jerusalem, Israel

Jam Buka: Tur tersedia dari pukul 09.00 hingga 17.00 (Musim Dingin) dan pukul 09.00 hingga 19.00 (Musim Panas). Pada hari Jumat dan Malam Hari Raya, tur tersedia dari pukul 09.00 hingga 13.00. Reservasi diperlukan.

Cara Menuju: Sinagoge Hurva terletak di Kawasan Yahudi di Kota Tua Yerusalem. Tempat ini dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Gerbang Jaffa atau Gerbang Sion. Transportasi umum tersedia menuju Kota Tua.

Petunjuk Arah (terbuka di tab baru)

Tentang

Sinagoge Hurva, yang juga dikenal sebagai Hurvat Rabbi Yehudah he-Hasid, berdiri sebagai bukti dari semangat Yudaisme yang abadi di jantung Kota Tua Yerusalem. Namanya, yang berarti “Reruntuhan,” mencerminkan sejarah yang ditandai oleh kehancuran dan pembangunan kembali yang berurutan, mewujudkan ketangguhan orang-orang Yahudi dan hubungan mereka yang tak tergoyahkan dengan kota suci ini. Sebagai bagian dari kelompok teologis Yudaisme dalam tradisi Abrahamik, sinagoge ini memiliki signifikansi keagamaan dan sejarah yang mendalam.

Mula-mula didirikan pada abad ke-18 oleh Rabi Yehudah he-Hasid dan para pengikutnya, sinagoge ini menghadapi tantangan awal, termasuk kehancuran akibat utang yang tidak terbayar. Terlepas dari hambatan-hambatan ini, visi tentang rumah ibadah Ashkenazi yang terkemuka tetap bertahan. Pada pertengahan abad ke-19, upaya untuk membangun kembali sinagoge ini mendapatkan momentum, yang memuncak pada peresmian Sinagoge Beit Yaakov pada tahun 1864, yang menjadi sinagoge Ashkenazi utama di Yerusalem.

Sinagoge Hurva berfungsi sebagai pusat kehidupan spiritual Yahudi hingga kehancurannya selama Perang Arab-Israel pada tahun 1948. Setelah Israel merebut Yerusalem Timur pada tahun 1967, rencana dibuat untuk membangun kembali sinagoge tersebut, dan pada tahun 2010, Sinagoge Hurva yang baru dibangun kembali diresmikan, berdiri sebagai simbol warisan Yahudi dan mercusuar iman di Kota Tua Yerusalem. Saat ini, Sinagoge Hurva terus berfungsi sebagai sinagoge aktif dan tempat studi keagamaan, menyambut pengunjung dari seluruh dunia untuk mengalami sejarahnya yang kaya dan kemegahan arsitekturnya.

Agama
Yudaisme
Status
Aktif
Diresmikan
15 Maret 2010
Lokasi
Kawasan Yahudi, Kota Tua Yerusalem
Arsitek
Assad Effendi, Nahum Meltzer, G. Igra
1864
Peresmian Awal
2010
Peresmian Pembangunan Kembali
2
Kali Dibangun Kembali

Pertanyaan Umum

Apa arti penting dari nama ‘Hurva’?

Nama ‘Hurva’ berarti ‘reruntuhan’ dalam bahasa Ibrani, mencerminkan sejarah penghancuran dan pembangunan kembali sinagoga tersebut. Ini melambangkan ketahanan umat Yahudi dan hubungan abadi mereka dengan Yerusalem.

Kapan Sinagoga Hurva pertama kali dibangun?

Sinagoga Hurva awalnya didirikan pada abad ke-18 oleh Rabbi Judah HeHasid dan para pengikutnya. Namun, sinagoga ini dihancurkan pada tahun 1721 karena utang yang belum dibayar.

Kapan Sinagoga Hurva dibangun kembali dan diresmikan kembali?

Sinagoga Hurva dibangun kembali pada pertengahan abad ke-19 dan diresmikan sebagai Sinagoga Beit Yaakov pada tahun 1864. Sinagoga ini dihancurkan kembali pada tahun 1948 serta dibangun kembali dan diresmikan kembali pada tanggal 15 Maret 2010.

Gaya arsitektur apa yang digunakan dalam rancangan Sinagoga Hurva?

Sinagoga Hurva yang dibangun kembali dirancang dengan gaya Neo-Bizantium, mereplikasi sinagoga Ottoman abad ke-19. Sinagoga ini memiliki kubah besar, jendela melengkung, dan fasad yang terbuat dari batu pahat halus.

Apa saja fitur utama dari Sinagoga Hurva?

Fitur utama dari Sinagoga Hurva meliputi Tabut Suci (lemari Torah) tertinggi di dunia, kubah biru langit yang dihiasi bintang-bintang emas, lampu gantung kristal, dan lukisan dinding halus berwarna pastel yang menggambarkan pemandangan Alkitab.

Apa peran Sinagoga Hurva saat ini?

Saat ini, Sinagoga Hurva berfungsi sebagai sinagoga aktif dan tempat studi keagamaan, menyambut pengunjung dari seluruh dunia untuk merasakan sejarahnya yang kaya dan kemegahan arsitekturnya. Sinagoga ini berdiri sebagai simbol warisan Yahudi dan mercusuar iman di Kota Tua Yerusalem.

Garis Waktu

14th century

Sinagoga Awal

Sebuah sinagoga kecil berdiri di area tersebut, melayani komunitas Ashkenazi.

Tonggak
1700

Rabbi Judah HeHasid Tiba

Rabbi Judah HeHasid dan sekitar 500 pengikutnya tiba di Yerusalem dari Polandia.

Tonggak
1700

Sinagoga Selesai Dibangun

Sebuah sinagoga selesai dibangun di atas sisa-sisa struktur dari abad ke-15.

Persembahan
1721

Sinagoga Dihancurkan

Sinagoga tersebut dihancurkan oleh pemberi pinjaman setempat karena utang yang belum dibayar, dan orang-orang Yahudi Ashkenazi diusir dari kota tersebut.

Renovasi
1812

Imigrasi Perushim

Orang-orang Yahudi asketis, yang dikenal sebagai Perushim, berimigrasi ke Yerusalem dari Lituania dan mencoba untuk bermukim kembali di area tersebut.

Tonggak
1854

Firman Ottoman Diterbitkan

Sultan Ottoman Abdulmejid I menerbitkan sebuah firman yang mengizinkan pembangunan sinagoga baru.

Tonggak
1857

Restorasi Disponsori

Moses Montefiore mensponsori restorasi sinagoga tersebut.

Tonggak
1864

Sinagoga Beit Yaakov Diresmikan

Sinagoga yang dibangun kembali, yang secara resmi dinamai Beis Yaakov, diresmikan dan menjadi sinagoga Ashkenazi utama di Yerusalem.

Persembahan
1948

Sinagoga Dihancurkan dalam Perang

Selama Perang Arab-Israel, tentara Yordania menghancurkan Sinagoga Hurva.

Renovasi
1967

Rencana Pembangunan Gedung Baru Diusulkan

Setelah Israel merebut Yerusalem Timur, rencana untuk pembangunan gedung baru diusulkan.

Tonggak
1968

Rencana Louis Kahn Dipresentasikan

Arsitek Louis Kahn mempresentasikan tiga rencana rekonstruksi, yang pada akhirnya tidak dilaksanakan.

Tonggak
1977

Lengkungan Peringatan Didirikan

Sebuah lengkungan peringatan didirikan di situs tersebut sebagai pengingat akan sinagoga yang hancur.

Tonggak
2000

Rencana Pembangunan Kembali Disetujui

Pemerintah Israel menyetujui rencana untuk membangun kembali sinagoga dengan gaya abad ke-19.

Tonggak
March 15, 2010

Sinagoga Hurva Diresmikan Kembali

Sinagoga Hurva yang baru dibangun kembali diresmikan.

Persembahan
2010

Protes Peresmian Kembali

Peresmian kembali sinagoga yang dibangun kembali tersebut memicu protes dari warga Palestina.

Peristiwa

Sejarah per Dekade

Abad ke-14

Pada abad ke-14, sebuah sinagoga kecil berdiri di area yang sekarang menjadi Sinagoga Hurva, terutama melayani komunitas Ashkenazi di Yerusalem. Sinagoga awal ini mewakili kehadiran Yahudi yang terus-menerus di Yerusalem dan keinginan yang abadi untuk memiliki ruang khusus untuk berdoa dan berkumpul bersama komunitas, bahkan selama masa-masa sulit dan keterbatasan sumber daya.

Tahun 1700-an — Pendirian dan Penghancuran Awal

Pada tahun 1700, Rabbi Judah HeHasid, seorang tokoh agama terkemuka, tiba di Yerusalem dari Polandia bersama sekitar 500 pengikutnya. Mereka memperoleh tanah dan membangun sekitar 40 rumah, membentuk apa yang kemudian dikenal sebagai Kompleks Ashkenazi. Sebuah sinagoga selesai dibangun di atas sisa-sisa struktur abad ke-15, menandai langkah signifikan dalam membangun kehadiran permanen Ashkenazi di Yerusalem. Namun, pada tahun 1721, sinagoga tersebut secara tragis dihancurkan oleh pemberi pinjaman setempat karena utang yang belum dibayar, yang menyebabkan pengusiran orang-orang Yahudi Ashkenazi dari kota tersebut dan situs itu dikenal sebagai “Reruntuhan” (Hurva).

Tahun 1810-an-1850-an — Upaya Pemukiman Kembali

Selama awal abad ke-19, dari tahun 1812 hingga 1837, orang-orang Yahudi asketis yang dikenal sebagai Perushim berimigrasi ke Yerusalem dari Lituania dan mencoba untuk bermukim kembali di area tersebut. Upaya-upaya untuk membangun kembali dan memulihkan kehadiran Yahudi di area ini menghadapi berbagai tantangan, mencerminkan lanskap politik dan ekonomi Yerusalem yang kompleks pada saat itu. Terlepas dari rintangan-rintangan ini, tekad kaum Perushim meletakkan dasar bagi upaya restorasi di masa depan.

Tahun 1850-an-1860-an — Rekonstruksi dan Peresmian

Pada tahun 1854, sebuah titik balik penting terjadi ketika Sultan Ottoman Abdulmejid I menerbitkan sebuah firman (dekrit) yang mengizinkan pembangunan sinagoga baru. Ini menandai langkah krusial dalam mengatasi hambatan hukum dan politik yang telah menghalangi upaya pembangunan kembali sebelumnya. Pada tahun 1857, Moses Montefiore, seorang filantropis Yahudi terkemuka, mensponsori restorasi sinagoga tersebut, memberikan dukungan finansial yang diperlukan untuk mewujudkan proyek tersebut. Sinagoga yang dibangun kembali, yang secara resmi dinamai Beis Yaakov (“Rumah Yakub”) untuk mengenang James Mayer de Rothschild, diresmikan pada tahun 1864, menjadi sinagoga Ashkenazi utama di Yerusalem.

Tahun 1860-an-1940-an — Pusat Kehidupan Yahudi

Dari tahun 1864 hingga 1948, Sinagoga Hurva dianggap sebagai sinagoga terindah dan terpenting di Tanah Israel, berfungsi sebagai titik pusat kehidupan spiritual Yahudi. Sinagoga ini berdiri sebagai bukti ketahanan dan kreativitas komunitas Yahudi di Yerusalem, menarik pengunjung dan cendekiawan dari seluruh dunia. Sinagoga ini memainkan peran penting dalam membentuk lanskap keagamaan dan budaya kota tersebut, menyelenggarakan peristiwa-peristiwa bersejarah penting dan berfungsi sebagai simbol identitas Yahudi.

Tahun 1948-1967 — Penghancuran dan Kehilangan

Selama Perang Arab-Israel pada tahun 1948, Sinagoga Hurva menghadapi pukulan telak ketika dihancurkan oleh tentara Yordania. Tindakan penghancuran ini merupakan kehilangan yang mendalam bagi komunitas Yahudi, melambangkan perpecahan dan konflik yang melanda Yerusalem. Sinagoga yang hancur tersebut menjadi pengingat yang pedih akan tantangan yang dihadapi oleh umat Yahudi dan hubungan abadi mereka dengan kota tersebut.

Tahun 1967-2010 — Rekonstruksi dan Peresmian Kembali

Setelah Israel merebut Yerusalem Timur pada tahun 1967, rencana diusulkan untuk sebuah gedung baru guna menggantikan Sinagoga Hurva yang hancur. Arsitek Louis Kahn mempresentasikan tiga rencana rekonstruksi antara tahun 1968 dan 1973, namun rencana tersebut pada akhirnya tidak dilaksanakan. Pada tahun 2000, Pemerintah Israel menyetujui rencana untuk membangun kembali sinagoga dengan gaya abad ke-19, dan pada tanggal 15 Maret 2010, Sinagoga Hurva yang baru dibangun kembali diresmikan, menandai tonggak penting dalam restorasi warisan Yahudi di Yerusalem.

Makna Keagamaan

Sinagoge Hurva memiliki signifikansi keagamaan yang mendalam dalam Yudaisme, berfungsi sebagai titik fokus untuk doa, studi, dan pertemuan komunitas, yang mewujudkan aspirasi spiritual orang-orang Yahudi.

Tujuan spiritual inti dari Sinagoge Hurva adalah untuk menyediakan ruang suci bagi orang Yahudi untuk terhubung dengan Tuhan melalui doa, studi Torah, dan pelaksanaan tradisi Yahudi. Tempat ini berfungsi sebagai pusat kehidupan Yahudi, memupuk rasa kebersamaan dan rasa memiliki di antara para anggotanya.

Upacara Suci

Doa (Tefillah)

Doa adalah praktik sentral dalam Yudaisme, dan Sinagoge Hurva menyediakan ruang khusus untuk doa individu maupun kelompok. Doa-doa dilafalkan dalam bahasa Ibrani, dan jemaat menghadap ke arah Yerusalem, mengekspresikan kerinduan mereka akan pemulihan Bait Suci.

Pembacaan Torah (Kriat HaTorah)

Pembacaan Torah adalah bagian sentral dari ibadah Yahudi, dan Sinagoge Hurva menyediakan wadah untuk praktik suci ini. Torah dibacakan dengan lantang dari Bimah, dan jemaat mendengarkan dengan penuh perhatian, merenungkan ajaran dan hikmah yang terkandung di dalam kitab suci tersebut.

Ibadah Komunitas (Tefillah B'Tzibbur)

Ibadah komunitas adalah aspek penting dalam kehidupan Yahudi, dan Sinagoge Hurva berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi orang Yahudi untuk berdoa dan merayakan bersama. Sinagoge ini memupuk rasa persatuan dan rasa memiliki, memperkuat ikatan di antara anggota komunitas.

Pentingnya Yerusalem

Yerusalem menempati tempat istimewa dalam tradisi Yahudi, sebagai situs Bait Suci kuno dan pusat spiritual dunia Yahudi. Sinagoge Hurva, yang terletak di jantung Kota Tua, mewujudkan hubungan abadi orang-orang Yahudi dengan Yerusalem dan kerinduan mereka akan pemulihannya yang sepenuhnya.

Signifikansi Torah

Torah, yang berisi lima kitab Musa, adalah fondasi hukum dan etika Yahudi. Sinagoge Hurva menyediakan ruang untuk mempelajari dan menafsirkan Torah, memupuk pemahaman yang lebih mendalam tentang tradisi Yahudi dan relevansinya dengan kehidupan kontemporer.

Peran Sinagoge dalam Kehidupan Yahudi

Sinagoge berfungsi sebagai institusi sentral dalam kehidupan Yahudi, menyediakan ruang untuk doa, studi, dan pertemuan komunitas. Sinagoge Hurva, dengan sejarahnya yang kaya dan kemegahan arsitekturnya, mewujudkan pentingnya sinagoge yang abadi dalam melestarikan dan meneruskan tradisi Yahudi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kuil Serupa

Sumber dan Penelitian

Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.

Tier A
Resmi Sumber utama dari lembaga resmi
Tier B
Akademis Sumber peer-review atau ensiklopedis
Tier C
Sekunder Artikel berita, situs wisata, atau referensi umum
Tier D
Komersial Operator tur, agen pemesanan, atau konten promosi
Lihat Semua Sumber (7)
Bidang Sumber Tingkat Diambil
Visitor Information & Tours World Jewish Travel (terbuka di tab baru) D 2024-01-02
Architectural Style & Historical Context Sacred Destinations (terbuka di tab baru) B 2024-01-02
Rebuilding & Dedication Bein Harim Tours (terbuka di tab baru) D 2024-01-02
Archaeological Findings & Reconstruction Danny the Digger (terbuka di tab baru) D 2024-01-02
Destruction during the Arab-Israeli War Jewish Action (terbuka di tab baru) B 2024-01-02
Interior Details & Holy Ark Israel Tour Guide (terbuka di tab baru) D 2024-01-02
Biblical Scenes Bible Places (terbuka di tab baru) D 2024-01-02