Langsung ke konten utama
Kuil Kiyomizu-dera exterior
Beroperasi

Kuil Kiyomizu-dera

Sebuah kuil Buddha yang tenang di Kyoto, terkenal dengan panggung kayunya yang ikonik dan airnya yang murni.

Gulir untuk menjelajah

Informasi Pengunjung

Mengunjungi Kuil Kiyomizu-dera

Mengunjungi Kiyomizu-dera menawarkan pengalaman yang tenang dan memperkaya budaya. Arsitektur kuil yang menakjubkan, pemandangan panorama, dan Air Terjun Otowa yang suci menciptakan suasana yang unik. Bersiaplah menghadapi keramaian, terutama selama musim puncak, dan bersiaplah untuk berjalan menanjak. Sepatu yang nyaman sangat disarankan untuk menikmati area kuil sepenuhnya.

Sorotan

  • Saksikan pemandangan yang menakjubkan dari Panggung Kiyomizu.
  • Minum dari Air Terjun Otowa yang suci dan terima berkahnya.
  • Jelajahi Kuil Jishu dan berdoa untuk keberuntungan dalam cinta.

Hal yang Perlu Diketahui

  • Kuil ini bisa sangat ramai, terutama selama musim bunga sakura dan dedaunan musim gugur.
  • Perjalanan menuju kuil melibatkan jalan menanjak.
  • Waktu penutupan bervariasi tergantung pada musim dan acara khusus.

Lokasi

1-294 Kiyomizu, Higashiyama-ku, Kyoto, Japan

Jam Buka: Pukul 06.00 hingga 18.00 (jam reguler). Waktu penutupan dapat bervariasi tergantung pada musim dan acara khusus. Iluminasi malam khusus diadakan selama musim semi dan musim gugur.

Cara Menuju: Dari Stasiun Kyoto, naik Bus Kota No. 100 atau 206 dan turun di halte bus Gojo-zaka atau Kiyomizu-michi. Dari sana, berjalan kaki menanjak sekitar 10 menit menuju kuil. Stasiun kereta terdekat adalah Stasiun Kiyomizu-gojo di Jalur Keihan, sekitar 20-25 menit berjalan kaki ke kuil.

Petunjuk Arah (terbuka di tab baru)

Tips Kunjungan

Kenakan Sepatu yang Nyaman

Perjalanan menuju Kiyomizu-dera melibatkan jalan menanjak, sehingga alas kaki yang nyaman sangat penting.

Kunjungi Lebih Awal

Untuk menghindari keramaian, terutama selama musim puncak, pertimbangkan untuk berkunjung di pagi hari.

Tentang

Kiyomizu-dera, secara resmi bernama Otowa-san Kiyomizu-dera, adalah kuil Buddha terkenal di Kyoto, Jepang. Didirikan pada tahun 778, kuil ini merupakan landmark sejarah dan budaya yang penting, yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Kuil ini paling terkenal dengan panggung kayunya yang ikonik yang menjorok keluar dari aula utama, menawarkan pemandangan panorama Kyoto.

Nama kuil ini, yang berarti “Kuil Air Murni,” berasal dari Air Terjun Otowa yang terletak di dasar aula utama. Air terjun ini terbagi menjadi tiga aliran terpisah, yang masing-masing diyakini memberikan manfaat berbeda: umur panjang, kesuksesan dalam belajar, dan kehidupan cinta yang beruntung. Pengunjung mengambil air tersebut menggunakan cangkir yang dipasang pada tiang panjang, berpartisipasi dalam tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Arsitektur Kiyomizu-dera mencontohkan gaya kakezukuri, metode konstruksi tradisional Jepang yang digunakan untuk bangunan di lereng curam. Kompleks kuil ini mencakup banyak struktur, seperti aula utama, pagoda tiga lantai, dan Kuil Jishu, yang didedikasikan untuk dewa cinta. Pada tahun 1994, Kiyomizu-dera ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.

Agama
Buddhisme
Sekte
Kita-Hossō
Status
Beroperasi
Didirikan
778
Penetapan Warisan
Situs Warisan Dunia UNESCO
1200 + years
Usia Kuil
4.5 million
Pengunjung Tahunan
13 meters
Tinggi Panggung

Pertanyaan Umum

Apa yang membuat Kiyomizu-dera terkenal?

Kiyomizu-dera terkenal dengan panggung kayunya yang ikonik yang menjorok keluar dari aula utama, menawarkan pemandangan panorama Kyoto. Kuil ini juga dikenal dengan Air Terjun Otowa, yang airnya diyakini memiliki khasiat penyembuhan dan membawa keberuntungan. Sejarah kuil yang kaya dan signifikansi budayanya menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi di Kyoto.

Bagaimana cara menuju ke Kiyomizu-dera?

Untuk menuju ke Kiyomizu-dera dari Stasiun Kyoto, Anda dapat naik Bus Kota No. 100 atau 206 dan turun di halte bus Gojo-zaka atau Kiyomizu-michi. Dari sana, Anda perlu berjalan kaki menanjak sekitar 10 menit menuju kuil. Alternatif lain, Anda dapat naik Jalur Keihan ke Stasiun Kiyomizu-gojo, yang berjarak sekitar 20-25 menit berjalan kaki ke kuil.

Apa jam buka Kiyomizu-dera?

Jam buka Kiyomizu-dera umumnya mulai pukul 06.00 hingga 18.00. Namun, waktu penutupan dapat bervariasi tergantung pada musim dan acara khusus. Iluminasi malam khusus diadakan selama musim semi dan musim gugur.

Berapa biaya masuk ke Kiyomizu-dera?

Biaya masuk untuk memasuki Kiyomizu-dera adalah 500 yen untuk dewasa.

Apa signifikansi dari Air Terjun Otowa?

Air Terjun Otowa di Kiyomizu-dera adalah sumber nama kuil ini, yang berarti “Kuil Air Murni.” Air terjun ini dibagi menjadi tiga aliran terpisah, masing-masing diyakini memberikan manfaat yang berbeda: umur panjang, kesuksesan di sekolah, dan kehidupan cinta yang beruntung. Pengunjung mengambil air menggunakan cangkir yang dipasang pada tiang panjang, berpartisipasi dalam tradisi yang telah berlangsung berabad-abad.

Garis Waktu

778

Kuil Didirikan

Kiyomizu-dera didirikan oleh biksu Enchin setelah sebuah mimpi menuntunnya ke Gunung Otowa dan air terjunnya yang murni.

Tonggak
780

Aula Dibangun oleh Sakanoue no Tamuramaro

Sakanoue no Tamuramaro membangun sebuah aula di situs tersebut dan menyemayamkan Bodhisatwa Avalokitesvara berwajah sebelas sebagai dewa utama.

Tonggak
1063

Kebakaran Pertama yang Tercatat

Kebakaran pertama yang tercatat di Kiyomizu-dera terjadi. Kompleks kuil ini telah terbakar habis sebanyak sembilan kali sepanjang sejarahnya.

Peristiwa
1165

Dibakar Habis oleh Biksu Prajurit

Kuil ini dibakar habis oleh para biksu prajurit dari Enryaku-ji.

Peristiwa
1469

Hancur oleh Kebakaran selama Perang Ōnin

Kiyomizu-dera hancur oleh kebakaran selama Perang Ōnin.

Peristiwa
1629

Hancur oleh Kebakaran

Kuil ini hancur oleh kebakaran.

Peristiwa
1631–1633

Rekonstruksi Besar-besaran

Upaya rekonstruksi besar-besaran dilakukan selama periode Edo, didukung oleh Tokugawa Iemitsu.

Renovasi
1872

Melompat dari Panggung Dilarang

Praktik melompat dari Panggung Kiyomizu dilarang.

Peristiwa
1885

Kembali ke Sekte Hosso

Kuil ini kembali ke sekte Hosso.

Peristiwa
1914

Ōnishi Ryōkei Menjadi Kepala Pendeta

Ōnishi Ryōkei, kepala pendeta Kofuku-ji, menjadi kepala pendeta Kiyomizu-dera.

Peristiwa
1965

Pemisahan dari Sekte Hossō

Kiyomizu-dera memisahkan diri dari sekte utama Hossō, dan Ōnishi Ryōkei mendirikan sekte independen Kita-Hossō.

Peristiwa
1994

Situs Warisan Dunia UNESCO

Kiyomizu-dera secara resmi dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.

Tonggak
2008–2020

Restorasi Panggung Kiyomizu

Lantai luas Panggung Kiyomizu diganti dengan lebih dari 166 papan hinoki selama proyek restorasi.

Renovasi
Spring 2021

Renovasi Selesai

Renovasi pada aula utama dan area panggung diperkirakan selesai.

Renovasi

Sejarah per Dekade

Tahun 770-an–780-an — Era Pendirian

Kisah Kiyomizu-dera dimulai pada tahun 778 M ketika biksu Enchin, yang dipandu oleh sebuah mimpi, mencari mata air murni di Gunung Otowa. Ia bertemu dengan Gyōei Koji, yang memberikan sebatang pohon suci untuk memahat patung Kannon, menandai awal mula kuil yang sederhana ini. Pada tahun 780, Sakanoue no Tamuramaro membangun sebuah aula di situs tersebut, menyemayamkan Bodhisatwa Avalokitesvara berwajah sebelas.

Tahun 1060-an–1160-an — Perkembangan Awal

Selama awal periode Heian, Kiyomizu-dera berafiliasi dengan sekte Buddha Hossō, berfungsi sebagai kuil cabang dari Kōfuku-ji di Nara. Kuil ini mengalami kebakaran pertama yang tercatat pada tahun 1063, menyoroti kerentanan struktur kayu terhadap cuaca. Pada tahun 1165, para biksu prajurit dari Enryaku-ji membakar habis kuil tersebut, menegaskan masa-masa yang penuh gejolak.

Tahun 1460-an–1470-an — Perang Ōnin

Perang Ōnin, sebuah konflik dahsyat yang meluluhlantakkan Kyoto, berdampak buruk pada Kiyomizu-dera. Pada tahun 1469, kuil ini sekali lagi hancur oleh kebakaran, meninggalkannya dalam reruntuhan. Periode ini menandai kemunduran signifikan bagi kuil, yang membutuhkan upaya pembangunan kembali secara ekstensif di tahun-tahun mendatang.

Tahun 1620-an–1630-an — Rekonstruksi Periode Edo

Periode Edo membawa fokus baru pada pembangunan kembali dan restorasi. Dari tahun 1631 hingga 1633, upaya rekonstruksi besar-besaran dilakukan, didukung oleh Tokugawa Iemitsu, shogun ketiga dari keshogunan Tokugawa. Sebagian besar bangunan yang ada saat ini, termasuk aula utama yang ikonik dan Panggung Kiyomizu, direkonstruksi selama masa ini, membentuk penampilan kuil saat ini.

Tahun 1870-an–1880-an — Modernisasi dan Perubahan

Restorasi Meiji membawa perubahan signifikan bagi Jepang, termasuk penindasan terhadap agama Buddha. Pada tahun 1872, praktik melompat dari Panggung Kiyomizu dilarang, mencerminkan pergeseran nilai-nilai kemasyarakatan. Pada tahun 1885, kuil ini kembali ke sekte Hosso, menandai kembalinya ke akar tradisionalnya.

Tahun 1960-an–Sekarang — Sekte Mandiri Kita-Hossō

Pada tahun 1965, Kiyomizu-dera memisahkan diri dari sekte utama Hossō, dengan Ōnishi Ryōkei mendirikan sekte independen Kita-Hossō, dengan Kiyomizu-dera sebagai kuil utamanya. Pada tahun 1994, Kiyomizu-dera secara resmi dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, mengakui signifikansi budaya dan sejarahnya. Dari tahun 2008 hingga 2020, Panggung Kiyomizu menjalani proyek restorasi besar-besaran, memastikan pelestariannya untuk generasi mendatang.

Arsitektur dan Fasilitas

Arsitektur Kiyomizu-dera mencontohkan gaya kakezukuri, metode konstruksi tradisional Jepang yang digunakan untuk bangunan di lereng curam. Gaya ini melibatkan pembangunan kerangka pilar dan balok kayu yang menjorok keluar dari lereng bukit, menciptakan platform atau beranda. Hal ini memungkinkan kuil menyatu secara mulus dengan lanskap alam, menciptakan keseimbangan yang harmonis antara arsitektur dan alam. Desain kuil mencerminkan perpaduan prinsip estetika Buddha dan Jepang, yang menekankan kesederhanaan, bahan alami, dan hubungan dengan lingkungan sekitar.

Bahan Bangunan

Zelkova Jepang (Keyaki)

139 pilar yang menopang Panggung Kiyomizu dibuat dari pohon Keyaki, yang terkenal dengan kekuatan dan daya tahannya. Kayu Keyaki sangat dihargai dalam arsitektur Jepang karena ketahanannya terhadap pembusukan dan pola seratnya yang indah.

Cemara Jepang (Hinoki)

Aula utama memiliki atap berpinggul dengan rumbia kulit kayu hinoki, dan lantai panggung terdiri dari lebih dari 400 papan Hinoki. Hinoki sangat dihargai karena keharumannya, daya tahannya, dan signifikansi spiritualnya dalam budaya Jepang.

Kayu

Kuil ini menggunakan kayu secara ekstensif, mencerminkan penekanan tradisional Jepang pada bahan-bahan alami. Kayu digunakan untuk pilar, balok, dinding, dan atap dari berbagai struktur di dalam kompleks kuil, menciptakan rasa kehangatan dan keharmonisan.

Ubin Tanah Liat

Atap beberapa struktur kuil ditutupi dengan ubin tanah liat, memberikan perlindungan dari cuaca. Ubin-ubin tersebut dibuat dan ditata dengan cermat, berkontribusi pada daya tarik estetika kuil secara keseluruhan.

Fitur Interior

Aula Utama (Hondo)

Sebagai Harta Karun Nasional, Aula Utama menampung objek pemujaan utama kuil, sebuah patung kecil Kannon berkepala sebelas dan bertangan seribu. Aula ini terintegrasi dengan Panggung Kiyomizu, menciptakan transisi yang mulus antara ruang dalam dan luar.

Aula Zuigu-do

Di bawah Aula Zuigu-do terdapat Tainai Meguri, sebuah gua bawah tanah yang gelap gulita yang melambangkan perjalanan ke rahim Bodhisatwa Daizuigu dan kelahiran kembali secara spiritual. Pengunjung menyusuri terowongan dengan menyentuh untaian manik-manik kayu, hingga akhirnya mencapai batu yang melambangkan rahim Daizuigu.

Kuil Jishu

Didedikasikan untuk Ōkuninushi, dewa cinta dan ‘jodoh yang baik,’ kuil ini memiliki dua batu, yang ditempatkan terpisah sejauh 18 meter, yang konon membawa keberuntungan dalam menemukan cinta jika seseorang dapat berjalan di antara keduanya dengan mata tertutup.

Menara Lonceng

Menara lonceng menampung sebuah lonceng besar yang dibunyikan untuk menandai peristiwa dan upacara penting. Suara lonceng bergema di seluruh kompleks kuil, menciptakan rasa damai dan ketenangan.

Area Kuil

Area Kiyomizu-dera ditata dengan sangat teliti, menampilkan jalan setapak yang tenang, taman yang rimbun, dan dedaunan yang semarak. Kompleks kuil ini merupakan rumah bagi sekitar 1.500 pohon sakura dan 1.000 pohon maple, menjadikannya tempat populer untuk melihat bunga sakura di musim semi dan dedaunan musim gugur di musim gugur. Air Terjun Otowa mengalir menuruni lereng bukit, menambah keindahan alam di sekitarnya.

Fasilitas Tambahan

Kompleks kuil mencakup beberapa toko yang menjual suvenir, barang-barang keagamaan, dan kerajinan lokal. Ada juga beberapa kedai teh di mana pengunjung dapat bersantai dan menikmati teh serta manisan tradisional Jepang. Toilet yang ramah kursi roda terletak di seluruh area kuil, memastikan aksesibilitas bagi semua pengunjung.

Makna Keagamaan

Kiyomizu-dera adalah kuil Buddha penting yang berakar pada pemujaan Kannon, Bodhisatwa welas asih. Ruang suci dan ritual kuil menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk refleksi spiritual, penyucian, dan hubungan dengan yang ilahi.

Tujuan spiritual inti dari Kiyomizu-dera adalah untuk menyediakan tempat bagi individu untuk menumbuhkan welas asih, memohon berkah, dan terhubung dengan ajaran Buddha. Berbagai praktik dan ritual kuil dirancang untuk mendorong pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan.

Upacara Suci

Meditasi

Pengunjung dapat terlibat dalam praktik meditasi di dalam area kuil, menemukan kedamaian batin dan menumbuhkan kesadaran penuh. Suasana yang tenang dan keindahan alam di sekitarnya menciptakan lingkungan yang ideal untuk meditasi.

Doa

Pengunjung dapat mempersembahkan doa kepada Kannon dan dewa-dewa lainnya, memohon berkah dan bimbingan. Berbagai kuil dan aula di kompleks ini menyediakan ruang untuk berdoa dan berkontemplasi.

Penyucian

Air Terjun Otowa menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk menyucikan diri dengan meminum air sucinya. Tindakan penyucian ini diyakini dapat membersihkan tubuh dan pikiran, mempersiapkan individu untuk pertumbuhan spiritual.

Signifikansi Kannon

Kannon, Bodhisatwa welas asih, adalah tokoh sentral dalam signifikansi keagamaan Kiyomizu-dera. Kannon mewujudkan kualitas belas kasih, kebaikan, dan pengertian, menawarkan penghiburan dan bimbingan kepada semua yang mencarinya. Patung Kannon berkepala sebelas dan bertangan seribu melambangkan kemampuan Kannon untuk melihat dan meringankan penderitaan semua makhluk.

Peran Air dalam Praktik Buddha

Air memainkan peran penting dalam praktik Buddha, melambangkan kemurnian, kejelasan, dan transformasi. Air Terjun Otowa, sebagai sumber nama Kiyomizu-dera, melambangkan kekuatan penyucian air untuk membersihkan tubuh dan pikiran. Meminum air dari air terjun tersebut adalah tindakan simbolis dari pembaruan spiritual.

Kuil Serupa

Sumber dan Penelitian

Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.

Tier A
Resmi Sumber utama dari lembaga resmi
Tier B
Akademis Sumber peer-review atau ensiklopedis
Tier C
Sekunder Artikel berita, situs wisata, atau referensi umum
Tier D
Komersial Operator tur, agen pemesanan, atau konten promosi
Lihat Semua Sumber (9)
Bidang Sumber Tingkat Diambil
About & Historical Background Kiyomizu-dera Temple (terbuka di tab baru) A 2024-01-02
About & Historical Background japan-guide.com (terbuka di tab baru) B 2024-01-02
Architectural Description Japan National Tourism Organization (terbuka di tab baru) A 2024-01-02
Visitor Information insidekyoto.com (terbuka di tab baru) C 2024-01-02
About & Historical Background Sacred Destinations (terbuka di tab baru) B 2026-03-26
Historical Timeline UNESCO World Heritage Centre (terbuka di tab baru) B 2026-03-26
About & Historical Background World History Encyclopedia (terbuka di tab baru) B 2026-03-26
Architectural Description Smithsonian Magazine (terbuka di tab baru) B 2026-03-26
About & Historical Background Discover Kyoto (terbuka di tab baru) D 2026-03-26