Informasi Pengunjung
Mengunjungi Kuil Kiyomizu-dera
Mengunjungi Kiyomizu-dera menawarkan pengalaman yang tenang dan memperkaya budaya. Arsitektur kuil yang menakjubkan, pemandangan panorama, dan Air Terjun Otowa yang suci menciptakan suasana yang unik. Bersiaplah menghadapi keramaian, terutama selama musim puncak, dan bersiaplah untuk berjalan menanjak. Sepatu yang nyaman sangat disarankan untuk menikmati area kuil sepenuhnya.
Sorotan
- Saksikan pemandangan yang menakjubkan dari Panggung Kiyomizu.
- Minum dari Air Terjun Otowa yang suci dan terima berkahnya.
- Jelajahi Kuil Jishu dan berdoa untuk keberuntungan dalam cinta.
Hal yang Perlu Diketahui
- Kuil ini bisa sangat ramai, terutama selama musim bunga sakura dan dedaunan musim gugur.
- Perjalanan menuju kuil melibatkan jalan menanjak.
- Waktu penutupan bervariasi tergantung pada musim dan acara khusus.
Tips Kunjungan
Kenakan Sepatu yang Nyaman
Perjalanan menuju Kiyomizu-dera melibatkan jalan menanjak, sehingga alas kaki yang nyaman sangat penting.
Kunjungi Lebih Awal
Untuk menghindari keramaian, terutama selama musim puncak, pertimbangkan untuk berkunjung di pagi hari.
Tentang
Kiyomizu-dera, secara resmi bernama Otowa-san Kiyomizu-dera, adalah kuil Buddha terkenal di Kyoto, Jepang. Didirikan pada tahun 778, kuil ini merupakan landmark sejarah dan budaya yang penting, yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Kuil ini paling terkenal dengan panggung kayunya yang ikonik yang menjorok keluar dari aula utama, menawarkan pemandangan panorama Kyoto.
Nama kuil ini, yang berarti “Kuil Air Murni,” berasal dari Air Terjun Otowa yang terletak di dasar aula utama. Air terjun ini terbagi menjadi tiga aliran terpisah, yang masing-masing diyakini memberikan manfaat berbeda: umur panjang, kesuksesan dalam belajar, dan kehidupan cinta yang beruntung. Pengunjung mengambil air tersebut menggunakan cangkir yang dipasang pada tiang panjang, berpartisipasi dalam tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Arsitektur Kiyomizu-dera mencontohkan gaya kakezukuri, metode konstruksi tradisional Jepang yang digunakan untuk bangunan di lereng curam. Kompleks kuil ini mencakup banyak struktur, seperti aula utama, pagoda tiga lantai, dan Kuil Jishu, yang didedikasikan untuk dewa cinta. Pada tahun 1994, Kiyomizu-dera ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.
Galeri
Elemen Simbolis
Eksterior kuil menampilkan ukiran rumit, masing-masing kaya akan makna spiritual:
Kannon (Avalokiteśvara)
Dewa utama Kiyomizu-dera adalah Bodhisatwa Kannon berwajah sebelas dan bertangan seribu, sebuah representasi dari belas kasih. Empat puluh dua lengan dan sebelas wajah melambangkan kemampuan Kannon untuk menyelamatkan manusia dari kesulitan. Kannon diyakini muncul dalam tiga puluh tiga wujud yang berbeda untuk menjawab doa.
Air Terjun Otowa
Nama “Kiyomizu-dera” (Kuil Air Murni) berasal dari Air Terjun Otowa. Air murni tersebut dianggap suci dan diyakini memiliki khasiat penyembuhan serta membawa keberuntungan. Tiga aliran air terjun tersebut melambangkan umur panjang, kesuksesan di sekolah, dan kehidupan cinta yang beruntung.
Naga
Naga dihormati sebagai dewa air yang kuat dalam mitologi Jepang dan terkait erat dengan sungai, laut, dan curah hujan, yang mewujudkan kekuatan air yang memberi kehidupan. Ukiran dan citra naga dapat ditemukan di seluruh kompleks kuil, melambangkan perlindungan dan berkah.
Kuil Jishu
Didedikasikan untuk Ōkuninushi, dewa cinta dan “jodoh yang baik,” kuil ini memiliki dua batu yang ditempatkan terpisah sejauh 18 meter, yang konon membawa keberuntungan dalam menemukan cinta jika seseorang dapat berjalan di antara keduanya dengan mata tertutup. Kuil ini adalah tempat populer bagi mereka yang mencari berkah asmara.
Tainai Meguri
Sebuah gua bawah tanah yang gelap gulita di bawah Aula Zuigu-do, melambangkan perjalanan ke rahim Bodhisatwa Daizuigu dan kelahiran kembali secara spiritual. Pengunjung menelusuri terowongan dengan menyentuh seutas manik-manik kayu, hingga akhirnya mencapai batu yang melambangkan rahim Daizuigu, yang konon dapat mengabulkan keinginan dan berkah.
Panggung Kiyomizu (Butai)
Fitur paling terkenal dari Kiyomizu-dera, panggung kayu ini menjorok setinggi 13 meter di atas lereng bukit. Panggung ini ditopang oleh 139 pilar Keyaki (Zelkova Jepang) dan dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan mengandalkan sambungan kayu yang rumit. Panggung ini menawarkan pemandangan panorama Kyoto dan melambangkan hubungan antara alam duniawi dan spiritual.
Pagoda Tiga Tingkat (Sanju-no-to)
Salah satu pagoda tiga tingkat tertinggi di Jepang, dengan tinggi sekitar 31 meter. Struktur saat ini direkonstruksi pada tahun 1632 selama periode Edo dan dikenal dengan warna vermilion (merah jingga) yang semarak. Pagoda ini melambangkan penyucian pikiran, tubuh, dan ucapan.
Cemara Hinoki
Kuil ini menggunakan kayu secara ekstensif, khususnya Cemara Jepang (Hinoki). Aula utama memiliki atap berpinggul dengan rumbia kulit kayu hinoki. Lantai panggung terdiri dari lebih dari 400 papan Hinoki. Hinoki dihargai karena daya tahannya, keharumannya, dan signifikansi spiritualnya dalam budaya Jepang.
Fakta Menarik
Kiyomizu-dera berarti “Kuil Air Murni,” dinamai berdasarkan Air Terjun Otowa.
Kuil ini dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali, melainkan mengandalkan sambungan kayu yang rumit.
Ungkapan “melompat dari panggung di Kiyomizu” adalah padanan bahasa Jepang untuk “mengambil keputusan berani”.
Kuil ini memiliki ruang Buddha rahasia, yang biasanya tidak dibuka untuk umum.
Terdapat lebih dari 1.000 patung Buddha kuno berukuran kecil dari batu yang dibawa ke sini dari berbagai penjuru Jepang.
Terdapat sekitar 1.500 pohon sakura dan 1.000 pohon mapel di area kuil, menjadikannya tempat populer untuk melihat bunga sakura dan dedaunan musim gugur.
Air dari Air Terjun Otowa dibagi menjadi tiga aliran, masing-masing dikatakan memberikan manfaat yang berbeda: umur panjang, kesuksesan di sekolah, dan kehidupan cinta yang beruntung.
Kuil ini merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.
Panggung Kiyomizu menawarkan pemandangan panorama Kyoto yang menakjubkan.
Kiyomizu-dera adalah perhentian ke-16 dalam rute Ziarah Saigoku Kannon.
Pertanyaan Umum
Apa yang membuat Kiyomizu-dera terkenal?
Kiyomizu-dera terkenal dengan panggung kayunya yang ikonik yang menjorok keluar dari aula utama, menawarkan pemandangan panorama Kyoto. Kuil ini juga dikenal dengan Air Terjun Otowa, yang airnya diyakini memiliki khasiat penyembuhan dan membawa keberuntungan. Sejarah kuil yang kaya dan signifikansi budayanya menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi di Kyoto.
Bagaimana cara menuju ke Kiyomizu-dera?
Untuk menuju ke Kiyomizu-dera dari Stasiun Kyoto, Anda dapat naik Bus Kota No. 100 atau 206 dan turun di halte bus Gojo-zaka atau Kiyomizu-michi. Dari sana, Anda perlu berjalan kaki menanjak sekitar 10 menit menuju kuil. Alternatif lain, Anda dapat naik Jalur Keihan ke Stasiun Kiyomizu-gojo, yang berjarak sekitar 20-25 menit berjalan kaki ke kuil.
Apa jam buka Kiyomizu-dera?
Jam buka Kiyomizu-dera umumnya mulai pukul 06.00 hingga 18.00. Namun, waktu penutupan dapat bervariasi tergantung pada musim dan acara khusus. Iluminasi malam khusus diadakan selama musim semi dan musim gugur.
Berapa biaya masuk ke Kiyomizu-dera?
Biaya masuk untuk memasuki Kiyomizu-dera adalah 500 yen untuk dewasa.
Apa signifikansi dari Air Terjun Otowa?
Air Terjun Otowa di Kiyomizu-dera adalah sumber nama kuil ini, yang berarti “Kuil Air Murni.” Air terjun ini dibagi menjadi tiga aliran terpisah, masing-masing diyakini memberikan manfaat yang berbeda: umur panjang, kesuksesan di sekolah, dan kehidupan cinta yang beruntung. Pengunjung mengambil air menggunakan cangkir yang dipasang pada tiang panjang, berpartisipasi dalam tradisi yang telah berlangsung berabad-abad.
Cerita Pilihan
Pendirian Kiyomizu-dera
778
Kisah Kiyomizu-dera dimulai dengan biksu Enchin, yang kemudian dikenal sebagai Kenshin, yang bermimpi yang menuntunnya ke Gunung Otowa pada tahun 778 M. Dalam penglihatannya, ia diperintahkan untuk mencari mata air murni dan membangun kuil yang didedikasikan untuk Kannon, Bodhisatwa belas kasih. Dipandu oleh pesan ilahi ini, Enchin melakukan perjalanan ke gunung tersebut, di mana ia menemukan Air Terjun Otowa yang suci.
Di dekat air terjun, Enchin bertemu dengan Gyōei Koji, seorang pertapa yang telah memuja Kannon selama bertahun-tahun. Gyōei Koji mempercayakan sebatang pohon suci kepada Enchin, yang digunakan Enchin untuk memahat patung Kannon berwajah sebelas dan bertangan seribu. Patung ini menjadi dewa utama dari Kiyomizu-dera yang baru didirikan, menandai awal dari sejarahnya yang panjang dan penuh kisah.
Sumber: Kiyomizu-dera Temple Official Website
Legenda Panggung Kiyomizu
Edo Period
Panggung Kiyomizu, fitur paling ikonik dari kuil ini, telah menjadi titik fokus dari penghormatan sekaligus keberanian sepanjang sejarahnya. Selama periode Edo, sebuah tradisi unik muncul: orang-orang akan melompat dari panggung setinggi 13 meter dengan keyakinan bahwa jika mereka selamat, keinginan mereka akan dikabulkan. Praktik ini, meskipun berbahaya, menjadi bukti dari kekuatan iman dan pengejaran impian.
Catatan menunjukkan bahwa lebih dari 200 lompatan dilakukan selama periode ini, dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 85%. Praktik ini akhirnya dilarang pada tahun 1872, namun legenda Panggung Kiyomizu sebagai tempat yang memiliki signifikansi spiritual sekaligus tindakan berani terus memikat pengunjung hingga hari ini. Ungkapan “melompat dari panggung di Kiyomizu” telah menjadi idiom bahasa Jepang, yang setara dengan “mengambil keputusan berani”.
Sumber: Discover Kyoto
Air Suci dari Air Terjun Otowa
Ancient Times
Air Terjun Otowa, yang menjadi asal nama Kiyomizu-dera, telah menjadi sumber signifikansi spiritual sejak zaman kuno. Air murni dari air terjun ini diyakini memiliki khasiat penyembuhan dan memberikan keberuntungan bagi mereka yang meminumnya. Dibagi menjadi tiga aliran terpisah, masing-masing aliran dikatakan memberikan berkah yang berbeda: umur panjang, kesuksesan di sekolah, dan kehidupan cinta yang beruntung.
Pengunjung Kiyomizu-dera melanjutkan tradisi mengumpulkan air terjun menggunakan cangkir yang dipasang pada tiang panjang. Tindakan penghormatan ini menghubungkan mereka dengan asal-usul kuil dan keyakinan abadi akan kekuatan air murni untuk membersihkan dan memberkati. Suara air yang mengalir menciptakan suasana yang tenang, mengundang kontemplasi dan pembaruan spiritual.
Sumber: Japan Guide
Garis Waktu
Kuil Didirikan
Kiyomizu-dera didirikan oleh biksu Enchin setelah sebuah mimpi menuntunnya ke Gunung Otowa dan air terjunnya yang murni.
TonggakAula Dibangun oleh Sakanoue no Tamuramaro
Sakanoue no Tamuramaro membangun sebuah aula di situs tersebut dan menyemayamkan Bodhisatwa Avalokitesvara berwajah sebelas sebagai dewa utama.
TonggakKebakaran Pertama yang Tercatat
Kebakaran pertama yang tercatat di Kiyomizu-dera terjadi. Kompleks kuil ini telah terbakar habis sebanyak sembilan kali sepanjang sejarahnya.
PeristiwaDibakar Habis oleh Biksu Prajurit
Kuil ini dibakar habis oleh para biksu prajurit dari Enryaku-ji.
PeristiwaHancur oleh Kebakaran selama Perang Ōnin
Kiyomizu-dera hancur oleh kebakaran selama Perang Ōnin.
PeristiwaHancur oleh Kebakaran
Kuil ini hancur oleh kebakaran.
PeristiwaRekonstruksi Besar-besaran
Upaya rekonstruksi besar-besaran dilakukan selama periode Edo, didukung oleh Tokugawa Iemitsu.
RenovasiMelompat dari Panggung Dilarang
Praktik melompat dari Panggung Kiyomizu dilarang.
PeristiwaKembali ke Sekte Hosso
Kuil ini kembali ke sekte Hosso.
PeristiwaŌnishi Ryōkei Menjadi Kepala Pendeta
Ōnishi Ryōkei, kepala pendeta Kofuku-ji, menjadi kepala pendeta Kiyomizu-dera.
PeristiwaPemisahan dari Sekte Hossō
Kiyomizu-dera memisahkan diri dari sekte utama Hossō, dan Ōnishi Ryōkei mendirikan sekte independen Kita-Hossō.
PeristiwaSitus Warisan Dunia UNESCO
Kiyomizu-dera secara resmi dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.
TonggakRestorasi Panggung Kiyomizu
Lantai luas Panggung Kiyomizu diganti dengan lebih dari 166 papan hinoki selama proyek restorasi.
RenovasiRenovasi Selesai
Renovasi pada aula utama dan area panggung diperkirakan selesai.
RenovasiSejarah per Dekade
Tahun 770-an–780-an — Era Pendirian
Kisah Kiyomizu-dera dimulai pada tahun 778 M ketika biksu Enchin, yang dipandu oleh sebuah mimpi, mencari mata air murni di Gunung Otowa. Ia bertemu dengan Gyōei Koji, yang memberikan sebatang pohon suci untuk memahat patung Kannon, menandai awal mula kuil yang sederhana ini. Pada tahun 780, Sakanoue no Tamuramaro membangun sebuah aula di situs tersebut, menyemayamkan Bodhisatwa Avalokitesvara berwajah sebelas.
Tahun 1060-an–1160-an — Perkembangan Awal
Selama awal periode Heian, Kiyomizu-dera berafiliasi dengan sekte Buddha Hossō, berfungsi sebagai kuil cabang dari Kōfuku-ji di Nara. Kuil ini mengalami kebakaran pertama yang tercatat pada tahun 1063, menyoroti kerentanan struktur kayu terhadap cuaca. Pada tahun 1165, para biksu prajurit dari Enryaku-ji membakar habis kuil tersebut, menegaskan masa-masa yang penuh gejolak.
Tahun 1460-an–1470-an — Perang Ōnin
Perang Ōnin, sebuah konflik dahsyat yang meluluhlantakkan Kyoto, berdampak buruk pada Kiyomizu-dera. Pada tahun 1469, kuil ini sekali lagi hancur oleh kebakaran, meninggalkannya dalam reruntuhan. Periode ini menandai kemunduran signifikan bagi kuil, yang membutuhkan upaya pembangunan kembali secara ekstensif di tahun-tahun mendatang.
Tahun 1620-an–1630-an — Rekonstruksi Periode Edo
Periode Edo membawa fokus baru pada pembangunan kembali dan restorasi. Dari tahun 1631 hingga 1633, upaya rekonstruksi besar-besaran dilakukan, didukung oleh Tokugawa Iemitsu, shogun ketiga dari keshogunan Tokugawa. Sebagian besar bangunan yang ada saat ini, termasuk aula utama yang ikonik dan Panggung Kiyomizu, direkonstruksi selama masa ini, membentuk penampilan kuil saat ini.
Tahun 1870-an–1880-an — Modernisasi dan Perubahan
Restorasi Meiji membawa perubahan signifikan bagi Jepang, termasuk penindasan terhadap agama Buddha. Pada tahun 1872, praktik melompat dari Panggung Kiyomizu dilarang, mencerminkan pergeseran nilai-nilai kemasyarakatan. Pada tahun 1885, kuil ini kembali ke sekte Hosso, menandai kembalinya ke akar tradisionalnya.
Tahun 1960-an–Sekarang — Sekte Mandiri Kita-Hossō
Pada tahun 1965, Kiyomizu-dera memisahkan diri dari sekte utama Hossō, dengan Ōnishi Ryōkei mendirikan sekte independen Kita-Hossō, dengan Kiyomizu-dera sebagai kuil utamanya. Pada tahun 1994, Kiyomizu-dera secara resmi dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, mengakui signifikansi budaya dan sejarahnya. Dari tahun 2008 hingga 2020, Panggung Kiyomizu menjalani proyek restorasi besar-besaran, memastikan pelestariannya untuk generasi mendatang.
Arsitektur dan Fasilitas
Arsitektur Kiyomizu-dera mencontohkan gaya kakezukuri, metode konstruksi tradisional Jepang yang digunakan untuk bangunan di lereng curam. Gaya ini melibatkan pembangunan kerangka pilar dan balok kayu yang menjorok keluar dari lereng bukit, menciptakan platform atau beranda. Hal ini memungkinkan kuil menyatu secara mulus dengan lanskap alam, menciptakan keseimbangan yang harmonis antara arsitektur dan alam. Desain kuil mencerminkan perpaduan prinsip estetika Buddha dan Jepang, yang menekankan kesederhanaan, bahan alami, dan hubungan dengan lingkungan sekitar.
Bahan Bangunan
Zelkova Jepang (Keyaki)
139 pilar yang menopang Panggung Kiyomizu dibuat dari pohon Keyaki, yang terkenal dengan kekuatan dan daya tahannya. Kayu Keyaki sangat dihargai dalam arsitektur Jepang karena ketahanannya terhadap pembusukan dan pola seratnya yang indah.
Cemara Jepang (Hinoki)
Aula utama memiliki atap berpinggul dengan rumbia kulit kayu hinoki, dan lantai panggung terdiri dari lebih dari 400 papan Hinoki. Hinoki sangat dihargai karena keharumannya, daya tahannya, dan signifikansi spiritualnya dalam budaya Jepang.
Kayu
Kuil ini menggunakan kayu secara ekstensif, mencerminkan penekanan tradisional Jepang pada bahan-bahan alami. Kayu digunakan untuk pilar, balok, dinding, dan atap dari berbagai struktur di dalam kompleks kuil, menciptakan rasa kehangatan dan keharmonisan.
Ubin Tanah Liat
Atap beberapa struktur kuil ditutupi dengan ubin tanah liat, memberikan perlindungan dari cuaca. Ubin-ubin tersebut dibuat dan ditata dengan cermat, berkontribusi pada daya tarik estetika kuil secara keseluruhan.
Fitur Interior
Aula Utama (Hondo)
Sebagai Harta Karun Nasional, Aula Utama menampung objek pemujaan utama kuil, sebuah patung kecil Kannon berkepala sebelas dan bertangan seribu. Aula ini terintegrasi dengan Panggung Kiyomizu, menciptakan transisi yang mulus antara ruang dalam dan luar.
Aula Zuigu-do
Di bawah Aula Zuigu-do terdapat Tainai Meguri, sebuah gua bawah tanah yang gelap gulita yang melambangkan perjalanan ke rahim Bodhisatwa Daizuigu dan kelahiran kembali secara spiritual. Pengunjung menyusuri terowongan dengan menyentuh untaian manik-manik kayu, hingga akhirnya mencapai batu yang melambangkan rahim Daizuigu.
Kuil Jishu
Didedikasikan untuk Ōkuninushi, dewa cinta dan ‘jodoh yang baik,’ kuil ini memiliki dua batu, yang ditempatkan terpisah sejauh 18 meter, yang konon membawa keberuntungan dalam menemukan cinta jika seseorang dapat berjalan di antara keduanya dengan mata tertutup.
Menara Lonceng
Menara lonceng menampung sebuah lonceng besar yang dibunyikan untuk menandai peristiwa dan upacara penting. Suara lonceng bergema di seluruh kompleks kuil, menciptakan rasa damai dan ketenangan.
Area Kuil
Area Kiyomizu-dera ditata dengan sangat teliti, menampilkan jalan setapak yang tenang, taman yang rimbun, dan dedaunan yang semarak. Kompleks kuil ini merupakan rumah bagi sekitar 1.500 pohon sakura dan 1.000 pohon maple, menjadikannya tempat populer untuk melihat bunga sakura di musim semi dan dedaunan musim gugur di musim gugur. Air Terjun Otowa mengalir menuruni lereng bukit, menambah keindahan alam di sekitarnya.
Fasilitas Tambahan
Kompleks kuil mencakup beberapa toko yang menjual suvenir, barang-barang keagamaan, dan kerajinan lokal. Ada juga beberapa kedai teh di mana pengunjung dapat bersantai dan menikmati teh serta manisan tradisional Jepang. Toilet yang ramah kursi roda terletak di seluruh area kuil, memastikan aksesibilitas bagi semua pengunjung.
Makna Keagamaan
Kiyomizu-dera adalah kuil Buddha penting yang berakar pada pemujaan Kannon, Bodhisatwa welas asih. Ruang suci dan ritual kuil menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk refleksi spiritual, penyucian, dan hubungan dengan yang ilahi.
Tujuan spiritual inti dari Kiyomizu-dera adalah untuk menyediakan tempat bagi individu untuk menumbuhkan welas asih, memohon berkah, dan terhubung dengan ajaran Buddha. Berbagai praktik dan ritual kuil dirancang untuk mendorong pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan.
Upacara Suci
Meditasi
Pengunjung dapat terlibat dalam praktik meditasi di dalam area kuil, menemukan kedamaian batin dan menumbuhkan kesadaran penuh. Suasana yang tenang dan keindahan alam di sekitarnya menciptakan lingkungan yang ideal untuk meditasi.
Doa
Pengunjung dapat mempersembahkan doa kepada Kannon dan dewa-dewa lainnya, memohon berkah dan bimbingan. Berbagai kuil dan aula di kompleks ini menyediakan ruang untuk berdoa dan berkontemplasi.
Penyucian
Air Terjun Otowa menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk menyucikan diri dengan meminum air sucinya. Tindakan penyucian ini diyakini dapat membersihkan tubuh dan pikiran, mempersiapkan individu untuk pertumbuhan spiritual.
Signifikansi Kannon
Kannon, Bodhisatwa welas asih, adalah tokoh sentral dalam signifikansi keagamaan Kiyomizu-dera. Kannon mewujudkan kualitas belas kasih, kebaikan, dan pengertian, menawarkan penghiburan dan bimbingan kepada semua yang mencarinya. Patung Kannon berkepala sebelas dan bertangan seribu melambangkan kemampuan Kannon untuk melihat dan meringankan penderitaan semua makhluk.
Peran Air dalam Praktik Buddha
Air memainkan peran penting dalam praktik Buddha, melambangkan kemurnian, kejelasan, dan transformasi. Air Terjun Otowa, sebagai sumber nama Kiyomizu-dera, melambangkan kekuatan penyucian air untuk membersihkan tubuh dan pikiran. Meminum air dari air terjun tersebut adalah tindakan simbolis dari pembaruan spiritual.
Kuil Serupa
Sumber dan Penelitian
Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.
Lihat Semua Sumber (9)
| Bidang | Sumber | Tingkat | Diambil |
|---|---|---|---|
| About & Historical Background | Kiyomizu-dera Temple (terbuka di tab baru) | A | 2024-01-02 |
| About & Historical Background | japan-guide.com (terbuka di tab baru) | B | 2024-01-02 |
| Architectural Description | Japan National Tourism Organization (terbuka di tab baru) | A | 2024-01-02 |
| Visitor Information | insidekyoto.com (terbuka di tab baru) | C | 2024-01-02 |
| About & Historical Background | Sacred Destinations (terbuka di tab baru) | B | 2026-03-26 |
| Historical Timeline | UNESCO World Heritage Centre (terbuka di tab baru) | B | 2026-03-26 |
| About & Historical Background | World History Encyclopedia (terbuka di tab baru) | B | 2026-03-26 |
| Architectural Description | Smithsonian Magazine (terbuka di tab baru) | B | 2026-03-26 |
| About & Historical Background | Discover Kyoto (terbuka di tab baru) | D | 2026-03-26 |