Langsung ke konten utama
Historic Site

Bukit Kumora

Bukit Kumora dihormati sebagai tempat di mana Joseph Smith memperoleh lempengan-lempengan emas, yang diterjemahkannya menjadi Kitab Mormon.

Scroll to explore

Informasi Pengunjung

Mengunjungi Bukit Kumora

Mengunjungi Bukit Kumora menawarkan kesempatan unik untuk terhubung dengan sejarah Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Situs ini menyediakan suasana yang damai dan reflektif, memungkinkan pengunjung untuk merenungkan peristiwa yang terjadi di sana. Harapkan untuk melihat lansekap yang indah, pameran informatif, dan Monumen Malaikat Moroni yang ikonik. Pusat Pengunjung memberikan konteks dan wawasan tentang signifikansi Bukit Kumora.

Sorotan

  • Kunjungi Monumen Malaikat Moroni
  • Jelajahi Pusat Pengunjung Bukit Kumora
  • Jelajahi Woodland Trail

Hal yang Perlu Diketahui

  • Periksa jam buka Pusat Pengunjung sebelum berkunjung
  • Kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan
  • Hormati sifat sakral situs ini

Lokasi

603 State Route 21, Palmyra, NY 14522, USA

Jam Buka: Pusat Pengunjung Bukit Kumora buka dari hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 10:00 hingga 17:00 dan hari Minggu mulai pukul 13:00 hingga 17:00.

Cara Menuju: Bukit Kumora terletak di selatan Palmyra, New York, di State Route 21.

Petunjuk Arah (opens in a new tab)

Tentang

Bukit Kumora adalah situs bersejarah dan religius yang signifikan bagi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Terletak di dekat Palmyra, New York, dan diidentifikasi sebagai tempat di mana Joseph Smith mengatakan dia memperoleh lempengan-lempengan emas yang darinya dia menerjemahkan Kitab Mormon. Bukit ini juga diyakini sebagai lokasi pertempuran terakhir antara orang-orang yang dijelaskan dalam Kitab Mormon.

Bukit itu sendiri adalah drumlin glasial, sebuah bukit memanjang yang terbentuk secara alami yang diciptakan oleh aktivitas glasial selama Zaman Es. Tingginya sekitar 110 kaki di atas dasar lembah di sekitarnya. Fitur buatan manusia yang paling menonjol adalah Monumen Malaikat Moroni, sebuah monumen granit dengan panel perunggu dan patung malaikat Moroni berlapis emas di atasnya. Pusat Pengunjung Bukit Kumora menawarkan pameran interaktif dan karya seni yang berhubungan dengan Kitab Mormon dan sejarah Gereja.

Saat ini, Bukit Kumora adalah tujuan populer bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir dan pengunjung lain yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah Gereja dan Kitab Mormon. Pengunjung dapat menjelajahi Pusat Pengunjung Bukit Kumora, berjalan di Woodland Trail, dan mengunjungi Monumen Malaikat Moroni. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir memulai proyek jangka panjang pada tahun 2021 untuk melestarikan area tersebut, termasuk menghutankan kembali area tersebut agar menyerupai apa yang akan dilihat Joseph Smith pada awal tahun 1800-an.

Agama
Orang Suci Zaman Akhir
Status
Situs Bersejarah
Signifikansi
Lokasi pengambilan lempengan emas
Ketinggian
110 kaki (34 m) di atas dasar lembah
0 kaki
Ketinggian di atas dasar lembah
0
Tahun kunjungan pertama Moroni
0
Tahun Monumen Malaikat Moroni didirikan

Pertanyaan Umum

Apakah Bukit Cumorah itu?

Bukit Cumorah adalah sebuah bukit yang terletak di dekat Palmyra, New York, yang signifikan bagi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Itu adalah tempat di mana Joseph Smith mengatakan dia memperoleh lempengan emas dari mana dia menerjemahkan Kitab Mormon. Itu juga diidentifikasi dalam tradisi Orang Suci Zaman Akhir sebagai situs pertempuran terakhir antara orang-orang yang dijelaskan dalam Kitab Mormon.

Apa yang dapat dilakukan pengunjung di Bukit Cumorah?

Pengunjung dapat menjelajahi Pusat Pengunjung Bukit Cumorah, yang menampilkan pameran interaktif dan karya seni yang terkait dengan Kitab Mormon dan sejarah Gereja. Mereka juga dapat berjalan di Woodland Trail, yang menawarkan pemandangan indah dari daerah sekitarnya, dan mengunjungi Monumen Malaikat Moroni, sebuah monumen granit dengan panel perunggu dan patung berlapis emas malaikat Moroni di atasnya.

Kapan Pusat Pengunjung Bukit Cumorah buka?

Pusat Pengunjung Bukit Cumorah buka dari hari Senin hingga Sabtu dari pukul 10:00 hingga 17:00 dan hari Minggu dari pukul 13:00 hingga 17:00.

Bagaimana Bukit Cumorah mendapatkan namanya?

Nama 'Cumorah' menjadi terkait dengan bukit itu pada tahun 1829, setelah Joseph Smith mulai menerjemahkan lempengan emas. Kitab Mormon menyebutkan sebuah tempat bernama Cumorah, dan Orang Suci Zaman Akhir percaya bahwa bukit di New York adalah tempat yang sama.

Apa signifikansi Monumen Malaikat Moroni?

Monumen Malaikat Moroni melambangkan utusan ilahi yang mengungkapkan lokasi lempengan emas kepada Joseph Smith. Moroni adalah tokoh dari Kitab Mormon, seorang nabi yang hidup di Amerika kuno. Patung Moroni di atas monumen mewakili pemulihan Injil Yesus Kristus.

Garis Waktu

Pre-1820s

Bukit yang dikenal sebagai 'Bukit Mormon' atau 'Bukit Alkitab Emas'

Bukit itu, sebuah drumlin glasial, dikenal secara lokal sebagai 'Bukit Mormon' atau 'Bukit Alkitab Emas'. Legenda setempat menceritakan tentang harta karun yang terkubur di bukit itu.

Tonggak
September 21–22, 1823

Penglihatan Pertama Joseph Smith tentang Moroni

Joseph Smith melaporkan dikunjungi oleh malaikat Moroni, yang memberitahunya tentang catatan di atas lempengan emas yang terkubur di bukit itu.

Tonggak
1823–1827

Pertemuan Tahunan dengan Moroni

Joseph Smith bertemu dengan Moroni setiap tahun di Bukit Cumorah pada tanggal 22 September.

Peristiwa
September 22, 1827

Joseph Smith Memperoleh Lempengan Emas

Joseph Smith memperoleh lempengan emas dari Bukit Cumorah.

Tonggak
1829

Nama 'Cumorah' Dikaitkan dengan Bukit

Nama 'Cumorah' menjadi terkait dengan bukit itu.

Tonggak
Early 20th Century

Pembelian Bukit oleh Gereja

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir membeli bukit dan tanah di sekitarnya.

Tonggak
1923

Konferensi Seratus Tahun

Misi Negara Bagian Timur Laut mengadakan konferensi di Bukit Cumorah untuk merayakan peringatan 100 tahun kunjungan pertama Joseph Smith ke bukit itu.

Peristiwa
1935

Monumen Malaikat Moroni Didirikan

Sebuah monumen malaikat Moroni, yang dirancang oleh Torleif Knaphus, didirikan di puncak utara bukit itu. Sebuah Biro Informasi juga dibangun.

Tonggak
1937–1987

Pagelaran Bukit Cumorah Tahunan

Pagelaran Bukit Cumorah diadakan setiap tahun (kecuali jeda singkat selama Perang Dunia II).

Peristiwa
1988

Pagelaran Ditulis Ulang

Pagelaran Bukit Cumorah ditulis ulang untuk fokus pada Kitab Mormon.

Peristiwa
2021

Proyek Pelestarian Dimulai

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir memulai proyek jangka panjang untuk melestarikan area tersebut, termasuk menghutankan kembali area tersebut agar menyerupai apa yang akan dilihat Joseph Smith pada awal tahun 1800-an. Pagelaran itu dihentikan.

Renovasi
2025

'Bangkitlah dan Maju Kepada-Ku' Debut

Sebuah rangkaian pahatan, 'Bangkitlah dan Maju Kepada-Ku,' memulai debutnya di Pusat Pengunjung Bukit Cumorah.

Peristiwa
September 22, 1827

Lempengan Emas Diperoleh Kembali

Joseph Smith mengambil lempengan emas dari tempat pemakamannya di Bukit Cumorah, menandai momen penting dalam sejarah Orang Suci Zaman Akhir.

Tonggak
1937

Pagelaran Bukit Cumorah Pertama

Pagelaran Bukit Cumorah pertama diadakan, menjadi tradisi tahunan selama bertahun-tahun.

Peristiwa
2021

Pagelaran Dihentikan

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir mengumumkan penghentian Pagelaran Bukit Cumorah sebagai bagian dari proyek pelestarian.

Peristiwa

Sejarah per Dekade

Pra-1820-an

Sebelum tahun 1820-an, Bukit Cumorah adalah landmark alam yang dikenal secara lokal sebagai "Bukit Mormon" atau "Bukit Alkitab Emas." Itu adalah drumlin glasial, yang terbentuk selama Zaman Es, dan berdiri sekitar 110 kaki di atas dasar lembah di sekitarnya. Legenda setempat beredar tentang harta karun yang terkubur di bukit itu, menambah mistiknya. Daerah itu jarang penduduknya, dan bukit itu terutama berfungsi sebagai fitur alam di lanskap.

1820-an

Tahun 1820-an menandai titik balik dalam sejarah Bukit Cumorah. Pada tahun 1823, Joseph Smith melaporkan dikunjungi oleh malaikat Moroni, yang mengungkapkan keberadaan lempengan emas yang terkubur di bukit itu. Dari tahun 1823 hingga 1827, Joseph bertemu dengan Moroni setiap tahun di Bukit Cumorah, menerima instruksi dan bersiap untuk mendapatkan lempengan-lempengan itu. Pada tahun 1827, Joseph Smith memperoleh lempengan emas dari Bukit Cumorah, menandai momen penting dalam sejarah Orang Suci Zaman Akhir.

1830-an–1910-an

Setelah penerjemahan dan penerbitan Kitab Mormon, Bukit Cumorah menjadi situs penting bagi anggota awal Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Sementara Gereja menghadapi penganiayaan dan bergerak ke arah barat, Bukit Cumorah tetap menjadi lokasi simbolis yang terkait dengan asal-usul Kitab Mormon. Daerah itu terutama digunakan untuk tujuan pertanian, dan bukit itu sendiri sebagian besar tidak dikembangkan.

1920-an

Tahun 1920-an menyaksikan dimulainya akuisisi dan pengembangan Bukit Cumorah oleh Gereja. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir membeli bukit dan tanah di sekitarnya, mengakui signifikansi sejarah dan religiusnya. Ini menandai dimulainya upaya untuk melestarikan dan mengembangkan situs tersebut sebagai tempat ziarah dan pendidikan.

1930-an

Tahun 1930-an membawa perkembangan signifikan ke Bukit Cumorah. Pada tahun 1935, sebuah monumen malaikat Moroni, yang dirancang oleh Torleif Knaphus, didirikan di puncak utara bukit itu. Sebuah Biro Informasi juga dibangun untuk memberikan informasi kepada pengunjung. Perkembangan ini mengubah Bukit Cumorah menjadi landmark yang lebih menonjol dan mudah diakses.

1940-an–2020-an

Dari tahun 1937 hingga 2020 (dengan jeda selama Perang Dunia II), Bukit Cumorah adalah lokasi pagelaran tahunan yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dari Kitab Mormon. Pagelaran itu menjadi tradisi yang dicintai, menarik ribuan pengunjung setiap tahun. Pada tahun 2021, Gereja memulai proyek jangka panjang untuk melestarikan area tersebut, termasuk menghutankan kembali area tersebut agar menyerupai apa yang akan dilihat Joseph Smith pada awal tahun 1800-an. Pagelaran itu dihentikan sebagai bagian dari proyek ini. Pada tahun 2025, sebuah rangkaian pahatan, "Bangkitlah dan Maju Kepada-Ku," memulai debutnya di Pusat Pengunjung Bukit Cumorah.

Makna Keagamaan

Bukit Kumora memiliki makna religius yang mendalam bagi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, berfungsi sebagai penghubung nyata dengan asal-usul iman mereka dan peristiwa-peristiwa ilahi yang membentuk kepercayaan mereka.

Tujuan spiritual utama dari Bukit Kumora adalah untuk berfungsi sebagai pengingat akan wahyu ilahi dan pemulihan Injil Yesus Kristus melalui Kitab Mormon.

Upacara Suci

Refleksi Pribadi

Pengunjung didorong untuk terlibat dalam refleksi pribadi dan doa, merenungkan peristiwa yang terjadi di Bukit Kumora dan mencari bimbingan rohani.

Penelaahan Kitab Suci

Mempelajari Kitab Mormon dan kitab suci lainnya yang berhubungan dengan Bukit Kumora membantu pengunjung memperdalam pemahaman mereka tentang Injil dan memperkuat kesaksian mereka.

Berbagi Kesaksian

Berbagi kesaksian dan pengalaman dengan orang lain di Bukit Kumora menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat ikatan iman.

Kitab Mormon

Kitab Mormon dianggap sebagai kitab suci pendamping Alkitab dan berisi catatan tentang hubungan Allah dengan peradaban kuno di Amerika. Bukit Kumora terkait erat dengan Kitab Mormon, karena di sinilah Joseph Smith memperoleh lempengan-lempengan emas yang darinya dia menerjemahkan teks suci ini.

Wahyu Ilahi

Peristiwa yang terjadi di Bukit Kumora dilihat sebagai bukti wahyu ilahi dan pemulihan Injil Yesus Kristus. Kunjungan malaikat Moroni kepada Joseph Smith dan penerjemahan Kitab Mormon berikutnya dianggap sebagai mukjizat yang menunjukkan kasih Allah kepada anak-anak-Nya dan keinginan-Nya untuk membimbing mereka kembali kepada-Nya.

Kuil Serupa

Sumber dan Penelitian

Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.

Tier A
Resmi Sumber utama dari lembaga resmi
Tier B
Akademis Sumber peer-review atau ensiklopedis
Tier C
Sekunder Artikel berita, situs wisata, atau referensi umum
Tier D
Komersial Operator tur, agen pemesanan, atau konten promosi
Lihat Semua Sumber (2)
Bidang Sumber Tingkat Diambil
About & Historical Background The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (opens in a new tab) A 2024-02-29
Architectural Description Atlas Obscura (opens in a new tab) B 2024-02-29