Langsung ke konten utama
Operating

Bait Suci Tokyo Jepang

Bait Suci Tokyo Jepang adalah bait suci pertama dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir yang dibangun di Asia dan di negara non-Kristen.

Scroll to explore

Informasi Pengunjung

Mengunjungi Bait Suci Tokyo Jepang

Pengunjung Bait Suci Tokyo Jepang dipersilakan untuk menjelajahi halaman yang tenang dan merasakan suasana damai. Bait suci ini berjarak lima menit berjalan kaki dari Stasiun Subway Hiroo, sehingga mudah diakses. Pusat pengunjung terletak di lokasi dan terbuka untuk umum, menawarkan informasi tentang sejarah, tujuan, dan signifikansi bait suci. Halaman ini menampilkan pohon maple Jepang, lansekap bambu, dua kolam dangkal, dan air terjun, menciptakan lingkungan yang tenang untuk perenungan dan refleksi.

Sorotan

  • Jelajahi halaman yang indah dengan pohon maple Jepang dan bambu.
  • Kunjungi pusat pengunjung untuk mempelajari tentang sejarah dan tujuan bait suci.
  • Renungkan dalam suasana damai yang diciptakan oleh kolam dan air terjun.

Hal yang Perlu Diketahui

  • Bait suci itu sendiri tidak terbuka untuk umum; akses disediakan untuk anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.
  • Harap berpakaian sopan saat mengunjungi halaman bait suci.
  • Fotografi di dalam pusat pengunjung mungkin dibatasi.

Lokasi

5-8-10 Minami Azabu, Minato-ku, Tokyo 106-0047, Japan

Jam Buka: Pusat pengunjung buka setiap hari. Periksa situs web bait suci untuk jam buka tertentu.

Cara Menuju: Bait suci ini berjarak lima menit berjalan kaki dari Stasiun Subway Hiroo. Parkir terbatas.

Petunjuk Arah (opens in a new tab)

Tips Kunjungan

Rencanakan Kunjungan Anda

Periksa situs web bait suci untuk jam buka pusat pengunjung dan acara khusus apa pun.

Berpakaian Sopan

Harap berpakaian sopan dan hormat saat mengunjungi halaman bait suci.

Tentang

Bait Suci Tokyo Jepang berdiri sebagai suar iman di jantung kota Tokyo, Jepang. Didedikasikan pada tahun 1980, bait suci ini adalah bait suci pertama dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir yang dibangun di Asia dan di negara non-Kristen, menandai tonggak penting dalam ekspansi global Gereja. Bait suci ini melayani Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Jepang utara dan Vladivostok, Rusia, menyediakan ruang sakral untuk ibadah, tata cara, dan pertumbuhan rohani.

Desain bait suci ini mencerminkan perpaduan antara prinsip-prinsip arsitektur modern dan pengaruh budaya Jepang. Eksteriornya dilapisi dengan panel batu pracetak yang membangkitkan tampilan granit abu-abu muda, sementara interiornya menggabungkan furnitur bergaya Shibui, perlengkapan yang terinspirasi lentera Shoji, dan karpet dengan pola kimono. Halaman bait suci yang tenang menampilkan pohon maple Jepang, lansekap bambu, dan fitur air yang tenang, menciptakan lingkungan yang damai untuk perenungan dan refleksi.

Sepanjang sejarahnya, Bait Suci Tokyo Jepang telah mengalami renovasi dan peningkatan untuk memastikan fungsi dan keindahannya yang berkelanjutan. Pada tahun 2004, patung malaikat Moroni ditambahkan ke puncak menara, melambangkan pemberitaan Injil Yesus Kristus. Bait suci ditutup untuk renovasi pada tahun 2017 dan didedikasikan kembali pada tahun 2022 oleh Presiden Henry B. Eyring, menegaskan kembali pentingnya sebagai pusat rohani bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.

Agama
Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir
Status
Beroperasi
Didedikasikan
27 Oktober 1980
Didedikasikan Kembali
3 Juli 2022
Arsitek
Emil B. Fetzer
Gaya
Modern, dengan pengaruh budaya Jepang
0 tahun
Tahun Beroperasi
0
Pengunjung Rumah Terbuka
0 st
Bait Suci di Asia

Pertanyaan Umum

Apa tujuan dari Bait Suci Tokyo Jepang?

Bait Suci Tokyo Jepang berfungsi sebagai ruang sakral bagi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir untuk berpartisipasi dalam tata cara keagamaan, seperti pernikahan, pembaptisan, dan Endowment. Tata cara ini diyakini memperkuat individu dan keluarga serta membantu mereka mendekat kepada Allah.

Bisakah siapa saja mengunjungi Bait Suci Tokyo Jepang?

Bait suci itu sendiri tidak terbuka untuk umum; akses disediakan untuk anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir yang memiliki reputasi baik. Namun, halaman bait suci dan pusat pengunjung terbuka untuk umum dan menawarkan informasi tentang sejarah, tujuan, dan signifikansi bait suci.

Apa signifikansi dari Bait Suci Tokyo Jepang sebagai bait suci pertama di Asia?

Bait Suci Tokyo Jepang memiliki signifikansi khusus sebagai bait suci pertama Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir yang dibangun di Asia dan di negara non-Kristen. Pembangunannya menandai tonggak utama dalam ekspansi global Gereja dan menunjukkan komitmennya untuk melayani anggota dalam beragam budaya dan wilayah.

Apa saja fitur arsitektur dari Bait Suci Tokyo Jepang?

Bait Suci Tokyo Jepang menampilkan perpaduan antara prinsip-prinsip arsitektur modern dan pengaruh budaya Jepang. Eksteriornya dilapisi dengan panel batu pracetak yang membangkitkan tampilan granit abu-abu muda, sementara interiornya menggabungkan furnitur bergaya Shibui, perlengkapan yang terinspirasi lentera Shoji, dan karpet dengan pola kimono. Halaman bait suci yang tenang menampilkan pohon maple Jepang, lansekap bambu, dan fitur air yang tenang.

Apa peran patung malaikat Moroni di puncak menara bait suci?

Patung malaikat Moroni, yang ditambahkan ke puncak menara pada tahun 2004, melambangkan pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada dunia. Moroni adalah tokoh dari Kitab Mormon yang diyakini telah mengungkapkan lokasi lempengan emas dari mana Kitab Mormon diterjemahkan.

Garis Waktu

1901

Misionaris Pertama Dikirim ke Jepang

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir pertama kali mengirim misionaris ke Jepang, menandai dimulainya kehadiran Gereja di negara tersebut.

Tonggak
1902

Orang yang Bertobat Pertama di Jepang

Hajime Nakazawa menjadi orang yang pertama kali bertobat ke Gereja di Jepang, membuka jalan bagi pertumbuhan Gereja di wilayah tersebut.

Tonggak
1924

Misi Jepang Dihentikan

Karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Jepang, Misi Jepang dihentikan, menghentikan sementara pekerjaan misionaris di negara tersebut.

Peristiwa
1948

Misi Dibuka Kembali Setelah Perang Dunia II

Misi dibuka kembali setelah Perang Dunia II, menandakan komitmen baru untuk menyebarkan Injil di Jepang.

Tonggak
1949

Nubuat tentang Bait Suci di Jepang

Penatua Matthew Cowley bernubuat bahwa bait suci akan dibangun di Jepang, membayangi pembangunan Bait Suci Tokyo Jepang.

component.timeline.prophecy
1970

Pasak Pertama di Asia Diorganisasi

Pasak pertama di Asia, Pasak Tokyo, diorganisasi, menunjukkan pertumbuhan kekuatan dan kematangan Gereja di Jepang.

Tonggak
1975

Bait Suci Diumumkan

Presiden Spencer W. Kimball mengumumkan pembangunan sebuah bait suci di Tokyo, memenuhi nubuat Penatua Cowley dan menyediakan ruang sakral bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.

component.timeline.announcement
April 10, 1978

Peletakan Batu Pertama

Peletakan batu pertama dilakukan untuk Bait Suci Tokyo Jepang, menandai dimulainya proses pembangunan.

component.timeline.groundbreaking
September 15 – October 18, 1980

Rumah Terbuka untuk Umum

Rumah terbuka untuk umum diadakan, memungkinkan sekitar 150.000 pengunjung untuk mengunjungi bait suci yang baru selesai dan belajar tentang tujuannya.

Peristiwa
October 27–29, 1980

Dedikasi

Bait Suci Tokyo Jepang didedikasikan oleh Presiden Gereja Spencer W. Kimball, menjadi bait suci pertama di Asia dan di negara non-Kristen.

Persembahan
2004

Patung Malaikat Moroni Ditambahkan

Sebuah patung malaikat Moroni ditambahkan ke puncak menara, melambangkan pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada dunia.

Renovasi
September 29, 2017

Bait Suci Ditutup untuk Renovasi

Bait suci ditutup untuk renovasi untuk memperbarui fasilitasnya dan meningkatkan keindahannya.

Renovasi
June 3 – June 18, 2022

Rumah Terbuka untuk Umum

Rumah terbuka untuk umum diadakan setelah selesainya renovasi, memungkinkan masyarakat untuk sekali lagi mengunjungi bait suci.

Peristiwa
July 3, 2022

Pendedikasian Kembali

Bait Suci Tokyo Jepang didedikasikan kembali oleh Presiden Henry B. Eyring, menegaskan kembali pentingnya sebagai pusat spiritual bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.

Persembahan

Sejarah per Dekade

1900-an–1920-an — Pekerjaan Misionaris Awal

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir pertama kali mengirim misionaris ke Jepang pada tahun 1901, menandai dimulainya kehadiran Gereja di negara tersebut. Heber J. Grant mendedikasikan Jepang untuk pemberitaan Injil, dan Hajime Nakazawa menjadi orang yang pertama kali bertobat pada tahun 1902. Tahun-tahun awal ditandai dengan tantangan dan keberhasilan yang terbatas, tetapi para misionaris bertahan dalam upaya mereka untuk berbagi Injil dengan orang-orang Jepang.

1930-an–1940-an — Perang Dunia II dan Pembukaan Kembali Misi

Karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Jepang, Misi Jepang dihentikan pada tahun 1924. Pekerjaan misionaris ditangguhkan selama Perang Dunia II, tetapi setelah perang, misi dibuka kembali pada tahun 1948. Penatua Matthew Cowley mengunjungi Jepang pada tahun 1949 dan bernubuat bahwa bait suci suatu hari akan dibangun di negara tersebut.

1950-an–1960-an — Pertumbuhan dan Perkembangan

Gereja mengalami pertumbuhan yang stabil di Jepang selama tahun 1950-an dan 1960-an. Gedung pertemuan baru dibangun, dan para pemimpin lokal dilatih untuk membimbing jemaat yang berkembang. Orang-Orang Suci Jepang menunjukkan iman dan dedikasi mereka, meletakkan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan di masa depan.

1970-an — Pengumuman dan Pembangunan Bait Suci

Pada tahun 1970, pasak pertama di Asia, Pasak Tokyo, diorganisasi, menunjukkan pertumbuhan kekuatan dan kematangan Gereja di Jepang. Presiden Spencer W. Kimball mengumumkan pembangunan sebuah bait suci di Tokyo pada tahun 1975, memenuhi nubuat Penatua Cowley dan menyediakan ruang sakral bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1978, dan pembangunan dimulai di bait suci.

1980-an — Dedikasi dan Tahun-Tahun Awal Bait Suci

Bait Suci Tokyo Jepang didedikasikan pada tahun 1980 oleh Presiden Spencer W. Kimball, menjadi bait suci pertama di Asia dan di negara non-Kristen. Dedikasi itu merupakan peristiwa penting bagi Orang-Orang Suci Jepang, yang telah lama menantikan berkat-berkat ibadah bait suci. Bait suci berfungsi sebagai pusat spiritual bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Jepang dan wilayah sekitarnya.

1990-an–2000-an — Pertumbuhan dan Peningkatan Berkelanjutan

Gereja terus tumbuh di Jepang selama tahun 1990-an dan 2000-an. Pada tahun 2004, sebuah patung malaikat Moroni ditambahkan ke puncak menara Bait Suci Tokyo Jepang, melambangkan pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada dunia. Bait suci terus berfungsi sebagai mercusuar iman dan sumber berkat bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.

2010-an–2020-an — Renovasi dan Pendedikasian Kembali

Bait Suci Tokyo Jepang ditutup untuk renovasi pada tahun 2017 untuk memperbarui fasilitasnya dan meningkatkan keindahannya. Bait suci didedikasikan kembali pada tahun 2022 oleh Presiden Henry B. Eyring, menegaskan kembali pentingnya sebagai pusat spiritual bagi Orang-Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut. Pendedikasian kembali menandai babak baru dalam sejarah bait suci dan Gereja di Jepang.

Arsitektur dan Fasilitas

Modern, dengan pengaruh budaya Jepang yang terjalin di seluruh desain. Bait Suci Tokyo Jepang menampilkan garis-garis geometris yang bersih, puncak menara bertingkat banyak yang khas yang mengingatkan pada bentuk pagoda tradisional, dan taman-taman yang ditata dengan cermat yang mencerminkan prinsip-prinsip estetika Jepang.

Bahan Bangunan

Panel Batu Pracetak

Bagian luar Bait Suci Tokyo Jepang dilapisi dengan 289 panel batu pracetak, memberikan tampilan granit abu-abu muda. Bahan ini dipilih karena daya tahan dan daya tarik estetikanya, menciptakan kesan permanen dan kekuatan.

Baja Struktural dan Beton Bertulang

Bait suci dibangun dengan baja struktural dan beton bertulang, memberikan fondasi yang kokoh dan stabil. Bahan-bahan ini memastikan integritas struktural bait suci dan kemampuan untuk menahan gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Fitur Interior

Ruang Instruksi

Bait suci memiliki dua ruang instruksi tempat anggota menerima instruksi tentang Injil Yesus Kristus dan bersiap untuk membuat perjanjian sakral. Ruangan-ruangan ini dirancang untuk menciptakan suasana khidmat dan damai untuk pembelajaran dan pertumbuhan rohani.

Ruang Pengukuhan

Bait suci memiliki lima ruang pengukuhan tempat pernikahan dilakukan dan keluarga dimeteraikan bersama untuk kekekalan. Ruangan-ruangan ini didekorasi dengan indah dan menyediakan ruang sakral bagi pasangan dan keluarga untuk membuat komitmen kekal.

Baptisan

Bait suci memiliki satu baptisan tempat pembaptisan dilakukan untuk orang mati. Tata cara ini memungkinkan individu yang telah meninggal untuk menerima berkat pembaptisan dan menjadi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Area Kuil

Halaman bait suci menampilkan pohon maple Jepang, lansekap bambu, dua kolam dangkal, dan air terjun, menciptakan lingkungan yang tenang untuk perenungan dan refleksi. Arsitek lanskap memilih banyak tanaman asli untuk lanskap, termasuk pohon maple Jepang dan bambu.

Fasilitas Tambahan

Pusat pengunjung terletak di lokasi dan terbuka untuk umum, menawarkan informasi tentang sejarah, tujuan, dan signifikansi bait suci. Pusat kedatangan tersedia, dan perumahan donatur tersedia.

Makna Keagamaan

Bait Suci Tokyo Jepang adalah ruang sakral yang didedikasikan untuk penyembahan kepada Allah dan pelaksanaan tata cara keagamaan. Ini adalah tempat di mana anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir dapat mendekat kepada Allah, memperkuat keluarga mereka, dan menerima berkat.

Tujuan utama bait suci adalah untuk menyediakan tempat di mana anggota dapat membuat perjanjian sakral dengan Allah dan menerima berkat yang tidak tersedia di tempat lain. Perjanjian dan berkat ini penting untuk kehidupan kekal.

Upacara Suci

Endowment

Endowment adalah tata cara sakral di mana anggota menerima instruksi tentang Injil Yesus Kristus dan membuat perjanjian untuk hidup dengan benar. Tata cara ini membantu anggota mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal.

Sealing

Tata cara pengukuhan mempersatukan keluarga bersama untuk kekekalan. Pasangan dimeteraikan bersama dalam pernikahan, dan anak-anak dimeteraikan kepada orang tua mereka. Tata cara ini memastikan bahwa keluarga dapat bersama selamanya.

Baptism for the Dead

Baptisan bagi orang mati adalah tata cara di mana anggota yang hidup dibaptis atas nama individu yang telah meninggal yang tidak memiliki kesempatan untuk dibaptis selama hidup mereka. Tata cara ini memungkinkan individu yang telah meninggal untuk menerima berkat pembaptisan dan menjadi anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Pentingnya Ibadah Bait Suci

Ibadah bait suci adalah bagian penting dari Injil Yesus Kristus. Ini memberikan kesempatan bagi anggota untuk mendekat kepada Allah, memperkuat keluarga mereka, dan menerima berkat yang tidak tersedia di tempat lain. Ibadah bait suci membantu anggota mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal dan menjadi lebih seperti Yesus Kristus.

Kuil Serupa

Sumber dan Penelitian

Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.

Tier A
Resmi Sumber utama dari lembaga resmi
Tier B
Akademis Sumber peer-review atau ensiklopedis
Tier C
Sekunder Artikel berita, situs wisata, atau referensi umum
Tier D
Komersial Operator tur, agen pemesanan, atau konten promosi
Lihat Semua Sumber (4)
Bidang Sumber Tingkat Diambil
About & Historical Background The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (opens in a new tab) A 2024-01-02
Historical Timeline The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (opens in a new tab) A 2024-01-02
Architectural Description churchofjesuschristtemples.org (opens in a new tab) C 2024-01-02
Visitor Information Tokyo Japan Temple (opens in a new tab) A 2024-01-02