Informasi Pengunjung
Mengunjungi Tokyo Japan Temple
Pengunjung Tokyo Japan Temple dipersilakan untuk menjelajahi halaman yang tenang dan merasakan suasana yang damai. Bait suci ini berjarak lima menit berjalan kaki dari Stasiun Kereta Bawah Tanah Hiroo, menjadikannya mudah diakses. Pusat pengunjung terletak di lokasi dan terbuka untuk umum, menawarkan informasi tentang sejarah, tujuan, dan signifikansi bait suci. Halamannya menampilkan pohon mapel Jepang, lanskap bambu, dua kolam dangkal, dan air terjun, menciptakan lingkungan yang tenang untuk kontemplasi dan refleksi.
Sorotan
- Jelajahi halaman yang ditata indah dengan pohon mapel Jepang dan bambu.
- Kunjungi pusat pengunjung untuk mempelajari sejarah dan tujuan bait suci.
- Merenung dalam suasana damai yang diciptakan oleh kolam dan air terjun.
Hal yang Perlu Diketahui
- Bait suci itu sendiri tidak terbuka untuk umum; akses khusus untuk anggota The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints.
- Harap berpakaian dengan sopan saat mengunjungi halaman bait suci.
- Pengambilan foto di dalam pusat pengunjung mungkin dibatasi.
Tips Kunjungan
Rencanakan Kunjungan Anda
Periksa situs web bait suci untuk jam operasional pusat pengunjung dan acara khusus apa pun.
Berpakaian dengan Sopan
Harap berpakaian dengan sopan dan hormat saat mengunjungi halaman bait suci.
Tentang
Menurut The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, Tokyo Japan Temple, yang didedikasikan pada 27 Oktober 1980, adalah bait suci pertama yang dibangun di Asia dan di negara non-Kristen, menandai tonggak sejarah penting dalam ekspansi global Gereja. Tokyo Japan Temple melayani para Orang Suci Zaman Akhir di Jepang utara dan Vladivostok, Rusia, menyediakan tempat suci untuk ibadah, tata cara, dan pertumbuhan spiritual.
Desain bait suci mencerminkan perpaduan antara prinsip arsitektur modern dan pengaruh budaya Jepang. Bagian luarnya dilapisi dengan panel batu pracetak yang membangkitkan tampilan granit abu-abu muda, sedangkan bagian dalamnya memadukan furnitur gaya Shibui, lampu hias yang terinspirasi lentera Shoji, dan karpet dengan pola kimono. Halaman bait suci yang tenang menampilkan pohon mapel Jepang, lanskap bambu, dan fitur air yang tenang, menciptakan lingkungan yang damai untuk kontemplasi dan refleksi.
Sepanjang sejarahnya, Tokyo Japan Temple telah mengalami renovasi dan peningkatan untuk memastikan fungsionalitas dan keindahannya yang berkelanjutan. Pada tahun 2004, patung Angel Moroni ditambahkan ke menara, melambangkan khotbah Injil Yesus Kristus. Bait suci ditutup untuk renovasi pada tahun 2017 dan didedikasikan kembali pada tahun 2022 oleh Presiden Henry B. Eyring, menegaskan kembali pentingnya bait suci ini sebagai pusat spiritual bagi para Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.
Galeri
Elemen Simbolis
Eksterior kuil menampilkan ukiran rumit, masing-masing kaya akan makna spiritual:
Panel Batu Pracetak
Bagian eksterior Tokyo Japan Temple dilapisi dengan 289 panel batu pracetak, memberikan tampilan granit abu-abu muda. Pemilihan bahan ini mencerminkan rasa keabadian dan kekuatan, melambangkan sifat bait suci yang bertahan lama dan tujuan sucinya.
Patung Angel Moroni
Patung berlapis emas Angel Moroni berdiri di atas puncak menara bait suci, melambangkan pemberitaan injil abadi kepada semua bangsa, suku, bahasa, dan kaum. Angel Moroni adalah tokoh kunci dalam Book of Mormon dan mewakili pemulihan injil di akhir zaman.
Pohon Mapel Jepang
Area bait suci dihiasi dengan pohon mapel Jepang, yang dikenal karena warnanya yang cerah dan bentuknya yang anggun. Pohon-pohon ini melambangkan keindahan, ketenangan, dan perubahan musim kehidupan, mengingatkan pengunjung akan pentingnya pertumbuhan dan pembaruan.
Lanskap Bambu
Bambu adalah fitur menonjol dari lanskap bait suci, yang mewakili ketahanan, fleksibilitas, dan kekuatan batin. Dalam budaya Jepang, bambu sering dikaitkan dengan ketekunan dan kemampuan untuk bertahan dalam kesulitan, kualitas yang dihargai dalam mengejar pertumbuhan spiritual.
Lampu Hias Terinspirasi Lentera Shoji
Lampu hias interior terinspirasi oleh lentera Shoji tradisional Jepang, yang menyebarkan cahaya dengan lembut dan menciptakan suasana yang hangat dan mengundang. Lampu hias ini melambangkan pencerahan, pengetahuan, dan bimbingan lembut dari Roh.
Pola Kimono
Karpet di bait suci menampilkan pola yang terinspirasi oleh kimono tradisional Jepang, yang dikenal karena desainnya yang rumit dan motif simbolisnya. Pola-pola ini mewakili keindahan, nilai seni, dan warisan budaya Jepang yang kaya.
Furnitur Bergaya Shibui
Bagian interior bait suci memadukan furnitur bergaya Shibui, yang dicirikan oleh kesederhanaan, keanggunan, dan keindahan yang bersahaja. Gaya ini mencerminkan rasa harmoni, keseimbangan, dan penghormatan terhadap bahan-bahan alami, menciptakan lingkungan yang damai dan kontemplatif.
Fitur Air
Area bait suci mencakup dua kolam dangkal dan air terjun, menciptakan suasana yang tenang dan reflektif. Air melambangkan kemurnian, pembersihan, dan kekuatan Roh yang memberi kehidupan, mengingatkan pengunjung akan pentingnya pembaruan spiritual.
Fakta Menarik
Tokyo Japan Temple adalah bait suci pertama yang dibangun di Asia.
Ini adalah bait suci pertama yang dibangun di negara non-Kristen.
Bait suci ini dibangun di lokasi bekas rumah misi.
Penatua Matthew Cowley bernubuat pada tahun 1949 bahwa suatu hari nanti akan ada bait suci di Jepang.
Tanah tempat bait suci dibangun dulunya milik keluarga Kekaisaran Jepang.
Bait suci ini melayani para Orang Suci Zaman Akhir di Jepang utara dan Vladivostok, Rusia.
Bait suci ini memiliki dua ruang instruksi, lima ruang Sealing, dan satu ruang baptisan.
Pada tahun 2004, sebuah patung berlapis emas Angel Moroni ditambahkan pada puncak menara.
Arsitek lanskap memilih banyak tanaman asli untuk lanskap tersebut, termasuk pohon mapel Jepang dan bambu.
Pola yang digunakan pada kaca seni, karpet, dan kain dipilih untuk mereplikasi pola tradisional Jepang.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan dari Tokyo Japan Temple?
Tokyo Japan Temple berfungsi sebagai tempat suci bagi para anggota The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints untuk berpartisipasi dalam tata cara keagamaan, seperti pernikahan, baptisan, dan Endowment. Tata cara ini diyakini dapat memperkuat individu dan keluarga serta membantu mereka mendekatkan diri kepada Allah.
Apakah siapa saja boleh mengunjungi Tokyo Japan Temple?
Tokyo Japan Temple sendiri tidak terbuka untuk umum; akses khusus disediakan bagi para anggota The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints yang memiliki rekomendasi aktif. Namun, area luar bait suci dan pusat pengunjung terbuka untuk umum dan menawarkan informasi tentang sejarah, tujuan, dan pentingnya bait suci tersebut.
Apa pentingnya Tokyo Japan Temple menjadi bait suci pertama di Asia?
Tokyo Japan Temple memiliki arti penting yang istimewa sebagai bait suci pertama dari The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints yang dibangun di Asia dan di negara non-Kristen. Pembangunannya menandai tonggak sejarah besar dalam ekspansi global Gereja dan menunjukkan komitmennya untuk melayani para anggota di berbagai budaya dan wilayah.
Apa saja fitur arsitektur dari Tokyo Japan Temple?
Tokyo Japan Temple menampilkan perpaduan prinsip arsitektur modern dan pengaruh budaya Jepang. Bagian eksteriornya dilapisi panel batu pracetak yang membangkitkan tampilan granit abu-abu muda, sedangkan bagian interiornya memadukan furnitur bergaya Shibui, lampu hias yang terinspirasi dari lentera Shoji, dan karpet dengan pola kimono. Area bait suci yang tenang menampilkan pohon mapel Jepang, lanskap bambu, dan fitur air yang menenangkan.
Apa peran patung Angel Moroni di puncak menara bait suci?
Patung Angel Moroni, yang ditambahkan pada puncak menara pada tahun 2004, melambangkan pemberitaan injil Yesus Kristus kepada dunia. Moroni adalah seorang tokoh dari Book of Mormon yang diyakini telah mengungkapkan lokasi lempengan-lempengan emas tempat Book of Mormon diterjemahkan.
Cerita Pilihan
Dedikasi Bait Suci Pertama di Asia
October 27–29, 1980
Dedikasi Tokyo Japan Temple pada bulan Oktober 1980 menandai peristiwa monumental bagi The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints. Sebagai bait suci pertama di Asia dan di negara non-Kristen, bait suci ini melambangkan jangkauan global Gereja yang semakin luas dan komitmennya untuk melayani para anggota di berbagai budaya. Presiden Spencer W. Kimball memimpin layanan dedikasi tersebut, menyatakan rasa syukur atas iman dan dedikasi para Orang Suci Jepang.
Dedikasi tersebut merupakan pengalaman spiritual yang mendalam bagi mereka yang hadir, yang merasakan hubungan yang mendalam dengan Allah dan satu sama lain. Bait suci menjadi mercusuar harapan dan simbol kehadiran Gereja yang berkembang di Jepang, menyediakan tempat suci bagi para anggota untuk beribadah, membuat perjanjian, dan menerima berkat.
Sumber: The Church News
Nubuat Penatua Cowley Terpenuhi
1949 & 1980
Pada tahun 1949, Penatua Matthew Cowley, seorang anggota Kuorum Dua Belas Rasul, mengunjungi Jepang dan bernubuat bahwa bait suci suatu hari nanti akan dibangun di negara tersebut. Kata-katanya menjadi sumber inspirasi dan harapan bagi para Orang Suci Jepang, yang merindukan berkat-berkat ibadah bait suci. Puluhan tahun kemudian, Presiden Spencer W. Kimball mengumumkan pembangunan Tokyo Japan Temple, memenuhi nubuat Penatua Cowley dan mengawali era baru bagi Gereja di Jepang.
Penyelesaian dan dedikasi bait suci dipandang sebagai bukti kekuatan nubuat dan kesetiaan Allah. Orang-Orang Suci Jepang bersukacita atas terwujudnya impian lama mereka, mengakui bait suci sebagai simbol kasih dan berkat Allah bagi mereka dan keturunan mereka.
Sumber: The Church News
Tempat Kedamaian dan Pembaruan
Ongoing
Selama lebih dari empat dekade, Tokyo Japan Temple telah berfungsi sebagai tempat kedamaian, pembaruan, dan pertumbuhan spiritual bagi para Orang Suci Zaman Akhir di Jepang dan wilayah sekitarnya. Area bait suci yang tenang, arsitektur yang indah, dan tata cara suci telah memberikan pelipur lara, inspirasi, dan rasa hubungan dengan Allah bagi banyak individu dan keluarga.
Bait suci ini telah menjadi landmark yang berharga di Tokyo, simbol iman, harapan, dan kekuatan abadi dari injil Yesus Kristus. Kehadirannya yang berkelanjutan berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya ibadah bait suci dan berkat-berkat yang datang dari mendekatkan diri kepada Allah.
Sumber: The Church News
Garis Waktu
Misionaris Pertama Dikirim ke Jepang
The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints pertama kali mengirim misionaris ke Jepang, menandai dimulainya kehadiran Gereja di negara tersebut.
TonggakPertobatan Pertama di Jepang
Hajime Nakazawa menjadi pertobatan pertama di Gereja di Jepang, membuka jalan bagi pertumbuhan Gereja di wilayah tersebut.
TonggakMisi Jepang Dihentikan
Karena ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Jepang, Misi Jepang dihentikan, menghentikan sementara pekerjaan misionaris di negara tersebut.
PeristiwaMisi Dibuka Kembali Setelah Perang Dunia II
Misi dibuka kembali setelah Perang Dunia II, menandakan komitmen baru untuk menyebarkan injil di Jepang.
TonggakNubuat tentang Bait Suci di Jepang
Penatua Matthew Cowley bernubuat bahwa bait suci akan dibangun di Jepang, menandakan pembangunan Tokyo Japan Temple.
component.timeline.prophecyPasak Pertama di Asia Diorganisasi
Pasak pertama di Asia, Pasak Tokyo, diorganisasi, menunjukkan kekuatan dan kedewasaan Gereja yang berkembang di Jepang.
TonggakBait Suci Diumumkan
Presiden Spencer W. Kimball mengumumkan pembangunan bait suci di Tokyo, memenuhi nubuat Penatua Cowley dan menyediakan tempat suci bagi para Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.
component.timeline.announcementPeletakan Batu Pertama
Peletakan batu pertama dilakukan untuk Tokyo Japan Temple, menandai dimulainya proses pembangunan.
component.timeline.groundbreakingOpen House Publik
Open house publik diadakan, memungkinkan sekitar 48.000 pengunjung untuk mengunjungi bait suci yang baru selesai dibangun dan mempelajari tujuannya.
PeristiwaDedikasi
Tokyo Japan Temple didedikasikan oleh Presiden Gereja Spencer W. Kimball, menjadi bait suci pertama di Asia dan di negara non-Kristen.
PersembahanPatung Angel Moroni Ditambahkan
Sebuah patung Angel Moroni ditambahkan pada puncak menara, melambangkan pemberitaan injil Yesus Kristus kepada dunia.
RenovasiBait Suci Ditutup untuk Renovasi
Bait suci ditutup untuk renovasi guna memperbarui fasilitasnya dan meningkatkan keindahannya.
RenovasiOpen House Publik
Open house publik diadakan setelah selesainya renovasi, memungkinkan masyarakat untuk sekali lagi mengunjungi bait suci.
PeristiwaDedikasi Ulang
Tokyo Japan Temple didedikasikan ulang oleh Presiden Henry B. Eyring, menegaskan kembali pentingnya bait suci ini sebagai pusat spiritual bagi para Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.
PersembahanSejarah per Dekade
1900-an–1920-an — Pekerjaan Misionaris Awal
The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints pertama kali mengirim misionaris ke Jepang pada tahun 1901, menandai dimulainya kehadiran Gereja di negara tersebut. Heber J. Grant mendedikasikan Jepang untuk pemberitaan injil, dan Hajime Nakazawa menjadi pertobatan pertama pada tahun 1902. Tahun-tahun awal ditandai dengan tantangan dan keberhasilan yang terbatas, namun para misionaris bertekun dalam upaya mereka untuk membagikan injil kepada orang-orang Jepang.
1930-an–1940-an — Perang Dunia II dan Pembukaan Kembali Misi
Karena ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Jepang, Misi Jepang dihentikan pada tahun 1924. Pekerjaan misionaris ditangguhkan selama Perang Dunia II, tetapi setelah perang, misi tersebut dibuka kembali pada tahun 1948. Penatua Matthew Cowley mengunjungi Jepang pada tahun 1949 and bernubuat bahwa bait suci suatu hari nanti akan dibangun di negara tersebut.
1950-an–1960-an — Pertumbuhan dan Perkembangan
Gereja mengalami pertumbuhan yang stabil di Jepang selama tahun 1950-an dan 1960-an. Gedung pertemuan baru dibangun, dan para pemimpin setempat dilatih untuk membimbing jemaat yang terus berkembang. Orang-Orang Suci Jepang menunjukkan iman dan dedikasi mereka, meletakkan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan di masa depan.
1970-an — Pengumuman dan Pembangunan Bait Suci
Pada tahun 1970, pasak pertama di Asia, Pasak Tokyo, diorganisasi, menunjukkan kekuatan dan kedewasaan Gereja yang berkembang di Jepang. Presiden Spencer W. Kimball mengumumkan pembangunan bait suci di Tokyo pada tahun 1975, memenuhi nubuat Penatua Cowley dan menyediakan tempat suci bagi para Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1978, dan pembangunan bait suci pun dimulai.
1980-an — Dedikasi dan Tahun-Tahun Awal Bait Suci
Tokyo Japan Temple didedikasikan pada tahun 1980 oleh Presiden Spencer W. Kimball, menjadi bait suci pertama di Asia dan di negara non-Kristen. Dedikasi tersebut merupakan peristiwa penting bagi para Orang Suci Jepang, yang telah lama menantikan berkat-berkat ibadah bait suci. Bait suci ini berfungsi sebagai pusat spiritual bagi para Orang Suci Zaman Akhir di Jepang dan wilayah sekitarnya.
1990-an–2000-an — Pertumbuhan Berkelanjutan dan Peningkatan
Gereja terus berkembang di Jepang selama tahun 1990-an dan 2000-an. Pada tahun 2004, sebuah patung Angel Moroni ditambahkan pada puncak menara Tokyo Japan Temple, melambangkan pemberitaan injil Yesus Kristus kepada dunia. Bait suci terus berfungsi sebagai mercusuar iman dan sumber berkat bagi para Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut.
2010-an–2020-an — Renovasi dan Dedikasi Ulang
Tokyo Japan Temple ditutup untuk renovasi pada tahun 2017 guna memperbarui fasilitasnya dan meningkatkan keindahannya. Bait suci didedikasikan ulang pada tahun 2022 oleh Presiden Henry B. Eyring, menegaskan kembali pentingnya bait suci ini sebagai pusat spiritual bagi para Orang Suci Zaman Akhir di wilayah tersebut. Dedikasi ulang ini menandai babak baru dalam sejarah bait suci dan Gereja di Jepang.
Arsitektur dan Fasilitas
Modern, dengan pengaruh budaya Jepang yang terjalin di seluruh desainnya. Tokyo Japan Temple menampilkan garis-garis geometris yang bersih, menara bertingkat khas yang mengingatkan pada bentuk pagoda tradisional, dan taman yang ditata dengan cermat yang mencerminkan prinsip-prinsip estetika Jepang.
Bahan Bangunan
Panel Batu Pracetak
Bagian luar Tokyo Japan Temple dilapisi dengan 289 panel batu pracetak, memberikan tampilan granit abu-abu muda. Bahan ini dipilih karena daya tahan dan daya tarik estetikanya, menciptakan kesan permanen dan kokoh.
Baja Struktural dan Beton Bertulang
Bait suci ini dibangun dengan baja struktural dan beton bertulang, memberikan fondasi yang kokoh dan stabil. Bahan-bahan ini memastikan integritas struktural bait suci dan kemampuannya untuk menahan gempa bumi dan bencana alam lainnya.
Fitur Interior
Ruang Instruksi
Bait suci memiliki dua ruang instruksi di mana para anggota menerima instruksi tentang Injil Yesus Kristus dan bersiap untuk membuat perjanjian suci. Ruangan-ruangan ini dirancang untuk menciptakan suasana yang khidmat dan damai untuk pembelajaran dan pertumbuhan spiritual.
Ruang Sealing
Bait suci memiliki lima ruang sealing di mana pernikahan dilaksanakan dan keluarga disatukan untuk selamanya melalui sealing. Ruangan-ruangan ini didekorasi dengan indah dan menyediakan tempat suci bagi pasangan dan keluarga untuk membuat komitmen kekal.
Ruang Baptisan
Bait suci memiliki satu ruang baptisan di mana baptisan untuk orang mati dilaksanakan. Tata cara ini memungkinkan individu yang telah meninggal untuk menerima berkat baptisan dan menjadi anggota The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints.
Area Kuil
Halaman bait suci menampilkan pohon mapel Jepang, lanskap bambu, dua kolam dangkal, dan air terjun, menciptakan lingkungan yang tenang untuk kontemplasi dan refleksi. Arsitek lanskap memilih banyak tanaman asli untuk lanskap tersebut, termasuk pohon mapel Jepang dan bambu.
Fasilitas Tambahan
Pusat pengunjung terletak di lokasi dan terbuka untuk umum, menawarkan informasi tentang sejarah, tujuan, dan signifikansi bait suci. Pusat kedatangan tersedia, dan akomodasi bagi pengunjung juga tersedia.
Makna Keagamaan
Tokyo Japan Temple adalah tempat suci yang didedikasikan untuk beribadah kepada Tuhan dan pelaksanaan tata cara keagamaan. Ini adalah tempat di mana para anggota The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat keluarga mereka, dan menerima berkat.
Tujuan utama bait suci adalah untuk menyediakan tempat di mana para anggota dapat membuat perjanjian suci dengan Tuhan dan menerima berkat yang tidak tersedia di tempat lain. Perjanjian dan berkat ini sangat penting untuk kehidupan kekal.
Upacara Suci
Endowment
Endowment adalah tata cara suci di mana para anggota menerima instruksi tentang Injil Yesus Kristus dan membuat perjanjian untuk hidup dengan benar. Tata cara ini membantu para anggota bersiap untuk kehidupan kekal.
Sealing
Tata cara sealing menyatukan keluarga untuk selamanya. Pasangan di-seal bersama dalam pernikahan, dan anak-anak di-seal kepada orang tua mereka. Tata cara ini memastikan bahwa keluarga dapat bersama selamanya.
Baptism for the Dead
Baptism for the Dead adalah tata cara di mana anggota yang masih hidup dibaptis atas nama individu yang telah meninggal yang tidak memiliki kesempatan untuk dibaptis selama masa hidup mereka. Tata cara ini memungkinkan individu yang telah meninggal untuk menerima berkat baptisan dan menjadi anggota The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints.
Pentingnya Ibadah Bait Suci
Ibadah bait suci adalah bagian penting dari Injil Yesus Kristus. Ini memberikan kesempatan bagi para anggota untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat keluarga mereka, dan menerima berkat yang tidak tersedia di tempat lain. Ibadah bait suci membantu para anggota bersiap untuk kehidupan kekal dan menjadi lebih seperti Yesus Kristus.
Kuil Serupa
Sumber dan Penelitian
Setiap fakta di Temples.org didukung oleh Sumber dan Penelitian yang terverifikasi. Setiap informasi diklasifikasikan berdasarkan tingkat sumber dan kepercayaan.
Lihat Semua Sumber (4)
| Bidang | Sumber | Tingkat | Diambil |
|---|---|---|---|
| About & Historical Background | The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (terbuka di tab baru) | A | 2024-01-02 |
| Historical Timeline | The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (terbuka di tab baru) | A | 2024-01-02 |
| Architectural Description | churchofjesuschristtemples.org (terbuka di tab baru) | C | 2024-01-02 |
| Visitor Information | Tokyo Japan Temple (terbuka di tab baru) | A | 2024-01-02 |